By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Perjuangan Mahfud Junaedi Capai Gelar Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Mahfud Junaedi, Guru Besar FPI, UIN Walisongo
Foto Mahfud Junaedi, Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam FITK UIN Walisongo (Dok. Khusus).
Sosok

Perjuangan Mahfud Junaedi Capai Gelar Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam

Last updated: 30 September 2023 6:44 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 30 September 2023
Share
SHARE
Mahfud Junaedi, Guru Besar FPI, UIN Walisongo
Foto Mahfud Junaedi, Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam FITK UIN Walisongo (Dok. Khusus).

Amanat.id- Perasaan haru dan bahagia berkecamuk dalam hati Mahfud Junaedi saat mendapat kabar bahwa ia ditetapkan sebagai Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Selasa (19/9/2023).

Butuh proses dan perjalanan panjang yang berliku dalam usahanya meraih gelar guru besar.

“25 tahun sejak saya memulai karier sebagai dosen, merangkak dari mulai asisten ahli, membuat penelitian, menulis buku, hingga akhirnya ditetapkan sebagai guru besar memang perjalanan panjang dan tidak mudah,” terang Mahfud saat diwawancarai tim Amanat.id.

Sementara itu, kualifikasi utama yang harus dipenuhi oleh akademisi untuk mendapat gelar tersebut adalah mampu menerbitkan jurnal Internasional. Mahfud pun telah menunaikannya.

Penelitian Mahfud yang berjudul Learning Patterns in Influencing Attitudes of Religious Tolerance in Indonesian Universities menembus akreditasi Scopus dan Web of Science (WOS), setara tingkat jurnal internasional.

Potensi diterima atau tidaknya sebuah jurnal, terletak pada sebuah isu atau topik penelitian. Mahfud menemukan celah peluang isu yang hendak dikaji, yaitu pola belajar dan toleransi di Indonesia.

“Faktor keuntungan dalam sebuah penelitian itu ditentukan oleh isu. Terlebih saat itu di barat terutama tim review Education Scientist di Austria sangat senang, apalagi sampelnya di Indonesia dan Perguruan Tinggi Islam,” tutur Mahfud.

Ia pun sempat menerima ragam penolakan dan kendala mengurus proses perizinan hak cipta yang cukup ketat.

“Memang sangat sulit menulisnya, beberapa kali dikembalikan. Membuat izin resmi untuk mengutip pandangan dari sebuah lembaga yang setara dengan institut juga tidak mudah apalagi pihak jurnal sangat ketat,” ujarnya.

Tidak berhenti atas pencapaiannya sebagai guru besar, Mahfud berambisi untuk terus berkarya di bidangnya, menyelesaikan kesalahpahaman asumsi bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) terbatas pada pengembangan nalar.

“Selama ini ada kesalahpahaman mindset dalam PAI di Indonesia. PAI dianggap sebagai pengembangan nalar, padahal inti PAI adalah pendidikan itu sendiri. Mendidik anak untuk toleran, berkarakter, dan cinta damai,” terangnya.

Mahfud bercita-cita untuk mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas generasi muda Indonesia, tentunya melalui karya tulis dan penelitian.

“Saya ingin menulis tentang Filsafat Pendidikan Agama Islam supaya bisa benar-benar menjadi pondasi pembentukan karakter anak-anak bangsa. Mungkin dengan saya menjadi guru besar, pendapat saya bisa dipertimbangkan oleh orang-orang,” jelas Mahfud.

Ia turut membagikan prinsip yang dipegangnya selama ini bahwa siapapun yang ingin meraih kesuksesan hendaklah membaca, menulis, dan terus berkarya.

“Menulis itu harus dilakukan sejak dini dan mengisi pengetahuan kita dengan membaca. Dosen dan mahasiswanya harus bisa mewarnai keilmuan dengan tidak hanya mengajar, tetapi harus berkarya,” tutupnya.

Reporter: Eka Rifnawati
Editor: Shinta Ayu Aini

FEBI Pertahankan Gelar Juara Cabang Lomba Presentasi Makalah
Kenang 6 Mahasiswa KKN Akibat Laka di Tubing Genting, DEMA UIN Walisongo Gelar Seruan Solidaritas
Luluskan 1029 Wisudawan, WR 3 UIN Walisongo: Kontribusi Kalian Ditunggu Masyarakat
Setelah Dua Tahun Dikalahkan FSH, FITK Kembali Raih Juara Umum Orsenik 2018
Nabeela Raih Wisudawan Terbaik FITK dari Restu Orang Tua
TAGGED:fitk uin walisongoguru besar filsafat pendidikan islamguru besar fitkmahfud junaediperjuangan guru besar fpiuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Opini

Bencana, Kejahatan Lingkungan dan Kuasa Simbolis

Agus Salim I
15 Desember 2021
Beberapa Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mendaftar Beasiswa
Kotak Gerakan KPI Peduli Koin Dibobol Maling
UKM Musik Gelar Konser Simfoni “Kidung Sukma Senandung Doa Untuk Semesta”
Ketua Dema UIN Walisongo Perkenalkan Tamu Istimewa PBAK 2019
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Perjuangan Mahfud Junaedi Capai Gelar Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Perjuangan Mahfud Junaedi Capai Gelar Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?