By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Berani Berharap Harus Siap Kecewa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

Berani Berharap Harus Siap Kecewa

Last updated: 16 Januari 2024 5:41 pm
Nur Rozikin
Published: 16 Januari 2024
Share
SHARE
Berharap, Harapan, Harapan dan Kekecewaan, Harapan seseorang, Kekecewaan
Ilustrasi tulisan berharap (pixabay.com)

Suatu waktu, di area pepohonan kampus yang tak serindang dulu, seseorang teman bercerita perihal nasib malangnya yang ditinggal kekasih. Dirinya sedih, bersendu dengan lirih. Kenangan-kenangan yang sudah tak ingin diutarakan, mulai ia buka satu-persatu untuk melepaskan lukanya bersamaan dengan air mata yang menetes dari kelopak matanya.

Dirinya mengaku sakit hati. Harapan besar atas hubungan yang telah dibangun kini harus berakhir dengan kekecewaan.

Temanku tentu bukan satu-satunya. Banyak manusia juga mengalami hal serupa. Kecewa atas apa yang diharapkannya.

Kenapa harus ada kekecewaan di atas harapan?

Kekecewaan itu muncul ketika kita menaruh harapan kepadanya. Seperti yang pernah dikatakan Fahruddin Faiz, seorang Dosen filsafat dari UIN Sunan Kalijaga. Dirinya mengatakan jika semakin besar harapan seseorang, maka semakin besar pula kekecewaan yang akan dialami orang itu.

Menurutnya, antara harapan dan kekecewaan merupakan satu paket komplet yang tidak bisa dipisahkan. Terlebih jika berharap kepada manusia. Seseorang bisa merasakan patah hati yang mendalam karena kecewa.

Hal tersebut serupa dengan kebanyakan orang yang mengalaminya, salah satunya yaitu teman saya. Banyak di antara mereka yang merasakan kekecewaan jika sebelumnya menaruh harapan yang amat besar.

Cemburunya Tuhan

Ketika seseorang menaruh harapan dan kasih sayang kepada orang yang disuka. Namun ternyata malah diduakan, tentu akan merasa kekecewaan yang amat besar. Hal itu berlaku juga pada Sang Pencipta.

Seorang teolog dan cendekiawan asal Arab pernah menuturkan:

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan atas kamu pedihnya sebuah pengharapan supaya engkau mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.” –Imam Syafi’i.

Saya rasa hal tersebut sangat relevan jika direpresentasikan dengan kehidupan karena manusia saja akan merasa sangat cemburu bila diduakan, apalagi jika itu seorang hamba kepada Tuhannya.

Sebenarnya, jika harapan yang kita taruhkan kepada sesuatu itu sebanding, bahkan lebih kecil dengan harapan kita kepada Tuhan, layaknya harapan ibu pada masa depan anaknya, akan terus bersanding pula harapan ibu menggandeng Tuhan. Lain halnya jika harapan menduakan Tuhan, rasa kekecewaannya sebanding dengan cemburunya Tuhan.

Nur Rzkn

Menyulam Jerat Pikiran Sendiri
Utopia Harapan
Konsumerisme Gaya Baru Mahasiswa, Selamat Jalan Aktivis
Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu
William Shakespeare dan Hakikat Kehidupan Sebagai Panggung Sandiwara
TAGGED:berharapharapanharapan dan kekecewaanharapan seseorangkekecewaan
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Beasiswa BI UIN Walisongo
Varia Kampus

Bagikan Tips saat Mendaftar Beasiswa, Genbi UIN Walisongo Adakan Sosialisasi

Redaksi SKM Amanat
15 Desember 2022
FST Adakan Walisongo Competition Science ITTG Tingkat Nasional
“Dhemit” dan “Setan” Bakal Ramaikan Harlah KSK Wadas
Interpretasi NU dan Muhammadiyah dalam Sebuah Roman
FORMAKIP UIN Walisongo Gelar DHARMAKIP Berdayakan Warga Kendal Lewat Pengolahan Limbah Jagung
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Berani Berharap Harus Siap Kecewa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Berani Berharap Harus Siap Kecewa
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?