By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Beda Arah Konsolidasi Sebabkan Aksi Tuntutan Prabowo-Gibran Terbagi Dua Massa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Regional

Beda Arah Konsolidasi Sebabkan Aksi Tuntutan Prabowo-Gibran Terbagi Dua Massa

Aksi tuntutan terhadap Prabowo-Gibran di DPRD Jawa Tengah terbagi menjadi dua kelompok massa setelah terjadi perbedaan arah konsolidasi antara BEM Sera dan HMI Cabang Semarang

Last updated: 16 Juni 2026 7:14 pm
Romaito
Published: 16 Juni 2026
Share
SHARE
aksi tuntut prabowo-gibran, mahasiswa semarang, bem sera, hmi cabang semarang, konsolidasi
Sejumlah massa aksi sedang berkumpul di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). (Amanat/Mizan).

Amanat.id- Udara sore di sepanjang Jalan Pahlawan terasa pekat dan menyesakkan. Kepulan asap hitam dari ban yang dibakar massa aksi membubung tinggi di depan gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Aksi tuntutan terhadap Prabowo-Gibran terbagi menjadi dua komando, yaitu di bawah komando Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya (BEM SERA) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Dwiangga menjelaskan HMI Cabang Semarang tidak hadir saat Konsolidasi dan penyusunan Panca Tuntutan Rakyat (Pantura) berlangsung.

“Sepengetahuan saya, sebenarnya aksi yang dilakukan oleh kawan-kawan HMI Cabang Semarang sudah direncanakan sebelumnya. Akan tetapi, pada saat Konsolidasi dan penyusunan Panca Tuntutan Rakyat, mereka tidak hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan HMI sempat hadir  dalam forum konsolidasi, tetapi hanya untuk mengetahui rencana aksi yang akan dilakukan.

“Sebenarnya mereka hadir dalam forum konsolidasi Pantura, tetapi hanya sebatas ingin tahu saja aksi yang akan dilakukan seperti apa,” imbuhnya.

Angga cukup menyayangkan adanya pemisahan massa aksi, karena tujuan yang diperjuangkan sama-sama menginginkan perubahan.

“Saya cukup menyayangkan adanya pemisahan aksi ini. Karena yang ingin disampaikan adalah perubahan dengan melibatkan banyak massa. Namun, yang terjadi di lapangan justru ada pengotak-ngotakan massa aksi,” katanya.

Menurutnya, seluruh elemen mahasiswa seharusnya dapat bersatu untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

“Kenapa tidak menjadi satu elemen yang bersatu untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah dan kebijakan-kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Korlap HMI Cabang Semarang, Andika menegaskan kelompoknya tidak sengaja memisahkan diri karena sejak awal tidak mengetahui akan ada dua kelompok aksi.

“Sebenarnya kami tidak memisahkan diri. Sejak awal kami tidak tahu kalau akan ada dua kelompok aksi. Kami kira hanya kami yang menggunakan mobil komando,” tegasnya.

Ia menjelaskan meski massa aksi terbagi dalam kelompok yang berbeda, seluruh peserta tetap memiliki tujuan yang sama.

“Ketika sampai di sini baru kami melihat ada kelompok lain. Tapi itu bukan berarti kami tidak membersamai kawan-kawan. Memang cara dan kelompoknya berbeda, tetapi tujuan kami sama, yaitu melawan segala bentuk ketidakadilan dan kezaliman yang terjadi di republik ini,” jelasnya.

Andika menerangkan massa aksi HMI memulai kegiatan dari Sampangan hingga Balai Kota sebelum menuju lokasi aksi.

“Kami memulai aksi sekitar pukul satu siang dari Sampangan kemudian melakukan long march ke Tugu Muda dan bertahan disana selama kurang lebih satu jam. Setelah itu kita melakukan aksi bakar ban, lalu bergerak ke depan Balai Kota sebelum melanjutkan aksi ke sini,” terangnya.

Menurutnya, aksi bakar ban merupakan simbol keresahan dan luapan emosi terhadap kondisi tersebut.

“Bakar ban merupakan simbol keresahan dan luapan emosi kami terhadap kondisi yang terjadi hari ini,” lanjutnya.

Ketua Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang, Ramahanda Bima Prayuda menyebut keputusan memisahkan diri diambil setelah adanya koordinasi antarkorlap.

“Sebelum memisahkan diri, kami sudah berkoordinasi antar koordinator lapangan (korlap) lembaga,” ujarnya.

Menurutnya, perpindahan massa dilakukan karena situasi dinilai berpotensi ricuh sekaligus untuk menjaga kekhusyukan saat berdoa.

“Kami sepakat untuk menarik diri karena kami membaca adanya skema bahwa massa aksi di titik ini mau chaos. Selain itu, kami bergeser ke sana untuk berdoa karena menurut saya doa itu sakral, dan tidak mungkin kami tetap berdoa di sini dalam kondisi yang tidak kondusif,” paparnya.

Ia menuturkan hampir seluruh universitas turut bergabung di titik tersebut, meski belum semuanya berkumpul secara lengkap.

“Hampir semua universitas ikut ke sana, meskipun belum semuanya berkumpul. Namun, perwakilan-perwakilan dari setiap universitas sudah ada di sana,” tuturnya.

Lanjutnya, perpindahan massa untuk berdoa merupakan bagian dari rangkaian aksi yang telah direncanakan setelah itu kembali ke titik semua.

“Masih dalam satu rangkaian acara. Rencananya, setelah menyampaikan poin tuntutan di depan kantor gubernur, kami langsung geser ke sana untuk berdoa. Setelah itu, skemanya adalah kembali lagi ke sini,” sambungnya.

Ia juga menanggapi perpecahan antara BEM Semarang Raya dan HMI sebagai perbedaan pandangan dalam menyampaikan aspirasi.

“Pada prinsipnya, kita sama-sama menyuarakan aspirasi. Namun, mungkin di sini kita sedang tidak satu paham, sehingga sempat terpecah,” tanggapnya.

Ia juga menduga adanya provokasi dari pihak aparat yang turut memengaruhi dinamika massa aksi.

“Di sisi lain, kami juga cukup mencurigai adanya provokasi yang datang dari pihak aparat di antara massa aksi sendiri,” duganya.

Angga turut menyayangkan tidak adanya anggota DPRD Jawa Tengah yang menemui massa aksi, sehingga tuntutan akhirnya hanya disampaikan melalui pers rilis.

“Awalnya kami berharap bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada DPRD Jawa Tengah. Namun, hingga sore hari tidak ada anggota dewan yang menemui massa, sehingga tuntutan hanya disampaikan melalui press rilis,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), Daniel mengatakan mereka tetap melakukan koordinasi dan menyuarakan aspirasi agar mahasiswa UNDIP tetap terwakili dalam aksi.

“Kami melihat ada beberapa kondisi yang belum berjalan semestinya, sehingga teman-teman mengambil langkah koordinasi dan tetap menyuarakan aspirasi agar mahasiswa UNDIP tetap terwakili,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab terpecahnya massa aksi menjadi dua komando karena tidak terlibat dalam kedua kubu tersebut.

“Kalau terkait itu, saya tidak berasal dari kedua kelompok tersebut, jadi saya tidak mengetahui secara pasti mengapa akhirnya terjadi fragmentasi gerakan antara kelompok yang berada di sebelah kiri dan sebelah kanan,” akunya.

Ia menegaskan mahasiswa UNDIP hadir dalam aksi tanpa membawa kepentingan tertentu selain memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Namun, saya dan teman-teman UNDIP sepakat bahwa kami hadir di sini tanpa membawa kepentingan tertentu selain memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Romaito

Pengembangan Kota Semarang dan Pentingnya Menjaga Bumi Pertiwi
KKN UIN Walisongo Ciptakan SIMAS, Atasi Masalah Sampah di Desa Banyuringin Kendal
Aksi Tolak Perppu Ciptaker Ingin Masuk Bersama, Quatly: Perwakilan 5 Mahasiswa Saja
Jadi Relawan Bersih Sampah itu Asyik
Calon Ketua dan Wakil Ketua, As’ad-Yusuf Janjikan DEMA UIN Walisongo sebagai Lembaga Responsif
TAGGED:aksi tuntut prabowo gibranbem seraheadlinehmi cabang semarangkonsolidasimahasiswa semarang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
BPU, BPU UIN Walisongo, Penarikan uang sewa tempat, Wisuda UIN Walisongo, Wisuda periode Agustus
UIN WalisongoVaria KampusWisuda

BPU Tarik Uang Sewa Stand di Awal, Pedagang Sarankan Setelah Produk Laku

Redaksi SKM Amanat
22 Agustus 2024
[Resensi Buku] Imajinasi Tak Selalu Lebih Indah dari Realita
Wisudawan Terbaik FISIP, Yanun Anbiya Bagikan Kunci Mengatur Waktu
Buktikan Produktivitas Kru, Walisongo TV Bakal Gegerkan Balai Kota Semarang
Polda Jateng Tangkap Tiga Warga Diduga Dalang Penolakan Jenazah Covid-19 di Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Beda Arah Konsolidasi Sebabkan Aksi Tuntutan Prabowo-Gibran Terbagi Dua Massa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Beda Arah Konsolidasi Sebabkan Aksi Tuntutan Prabowo-Gibran Terbagi Dua Massa
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?