By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Polisi Semprotkan Water Canon, Mahasiswa Alami Luka hingga Dilarikan ke RS
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Water canon, Aksi May Day, Demo Semarang, Demo ricuh, Korban represif polisi
Water canon, Aksi May Day, Demo Semarang, Demo ricuh, Korban represif polisi
RegionalUIN Walisongo

Polisi Semprotkan Water Canon, Mahasiswa Alami Luka hingga Dilarikan ke RS

Last updated: 2 Mei 2024 9:40 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 2 Mei 2024
Share
SHARE
Water canon, Aksi May Day, Demo Semarang, Demo ricuh, Korban represif polisi
Polisi menyemprotkan water canon ke massa yang sedang melakukan Aksi May Day di depan Gedung Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/5/2024). (Amanat/Niliyal).

Amanat.id- Polisi menyemprotkan water canon saat massa Aksi May Day mencoba masuk ke dalam Gedung Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/5/2024).

Salah satu korban, Adam Elgin Al-Machsoeni menyampaikan ada korban lain yang terluka hingga sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Karena ada riwayat penyakit jantung dan epilepsi akibat dari serangan aparat kepolisian sebelum penyemprotan dari water canon,” tuturnya.

Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) UIN Walisongo, Lela Fakhriyatun Izzah yang menjadi korban lain mengatakan sempat ada kekerasan fisik terjadi setelah penyemprotan yang mengakibatkan memar dan luka.

“Saat itu teman saya jatuh dari mobil komando. Kemudian ditangkap oleh pihak kepolisian. Namun, berhasil diselamatkan oleh teman-teman, tapi ada luka dan memar,” terangnya.

Menurutnya, kepolisian sudah melakukan penyemprotan air yang begitu keras hingga melakukan penangkapan.

“Kita belum begitu memberontak, tapi pihak aparat sudah melakukan penyemprotan air yang begitu keras dan mengakibatkan penangkapan paksa dan kekerasan,” ujarnya.

Lanjutnya, ada beberapa mahasiswa hampir ditangkap oleh kepolisian, tetapi tidak berhasil.

“Tercatat ada 7 mahasiswa UIN Walisongo yang terkena pukul, untungnya kami bisa mengamankan teman-teman yang hampir ditangkap,” ungkapnya.

Anggota Kepolisian, Asep mengatakan bahwa tindakan mahasiswa dalam aksi demo sudah melanggar aturan.

“Adanya provokasi, anggota kepolisian didorong-dorong dan ingin merobohkan pagar itu merupakan tindakan melanggar aturan,” imbuhnya.

Menurutnya peserta aksi tidak diperkenankan masuk dan hanya boleh melakukan demontrasi di depan gerbang.

“Aturan demo hanya boleh dilakukan di depan,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya komunikasi yang baik antara polisi dan mahasiswa.

“Ke depannya dibangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan mahasiswa karena polisi bukan musuh mahasiswa. Kami juga melindungi mahasiswa dan juga kegiatan itu dilaksanakan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Reporter: Niliyal Mahiro
Editor: Gojali

Lulus dengan Artikel SINTA 3, Itak Khoirunnisak Jadi Wisudawan Terbaik FDK
Beberapa UKM UIN Walisongo Keluhkan Sulitnya Akses Tempat Kegiatan karena Kendala Administrasi-Adanya Tarif Peminjaman
UKM PSHT Raih 2 Medali Perak dalam Ajang Pomprov Jateng
Hermin: Belajar Berkomunikasi Itu Sangat Penting
Ciptakan Suasana Religius, UIN Walisongo Kembali Gelar Acara Bersholawat
TAGGED:aksi may daydemo ricuhdemo semarangkorban represif kepolisianwater canon
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Bulan Ayu Ivanda, Wisudawan Terbaik FST, UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoWisuda

Perjuangan Menyelesaikan Skripsi di Balik Sosok Wisudawan Terbaik FST

Redaksi SKM Amanat
23 Agustus 2023
Siap Melangkah ke Tahap Selanjutnya! Ini Dia Cakruma 2024 yang Lolos Seleksi Berkas
Ma’had UIN Walisongo Taklukan UIN Sunan Kalijaga di Lomba Debat Bahasa Arab Jateng-DIY
Mengenal Bela Diri Jepang di UKM Kempo UIN Walisongo
Getar
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Polisi Semprotkan Water Canon, Mahasiswa Alami Luka hingga Dilarikan ke RS
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Polisi Semprotkan Water Canon, Mahasiswa Alami Luka hingga Dilarikan ke RS
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?