Kisah Retno Manggali dan Calon Arang, Bentuk Cinta Ibu dengan Anaknya

2 Min Read
Dua aktor sedang beradu akting dalam Studi Pentas Teater Mimbar berjudul “Retno Manggali” di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (26/11/2024). (Amanat/Azkiya).
Retno Manggali, Calon Arang, Teater Mimbar, Studi pentas teater Mimbar, UIN Walisongo
Dua aktor sedang beradu akting dalam Studi Pentas Teater Mimbar berjudul “Retno Manggali” di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (26/11/2024). (Amanat/Azkiya).

amanat.id- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Mimbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan Studi Pentas dengan judul “Retno Manggali” yang bertempat di Auditorium I Kampus 1, Selasa (26/11/2024).

“Retno Manggali” mengisahkan tentang putri tunggal yang sering dijauhi oleh masyarakat sekitar karena terlahir dari seorang janda penguasa ilmu hitam bernama Calon Arang.

Pemeran Retno Manggali, Putri Hikmatussa’diah menjelaskan bahwa Retno Manggali adalah sosok wanita yang berjiwa sosial tinggi.

“Karakter Retno Manggali merupakan sosok wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi, orang-orang di sekitar seolah-olah mengintimidasinya,” jelasnya.

Berbeda dengan karakter Retno Manggali, sosok Calon Arang yang diperankan oleh Anjeli Imania memiliki karakter protagonis beraura jahat.

“Sosok Calon Arang merupakan karakter yang baik tapi memiliki aura jahat,” ucapnya.

Sebagai seorang ibu, tambahnya, Calon Arang adalah sosok yang tegas sekaligus lembut kepada anaknya.

“Calon Arang memiliki karakter yang tegas tetapi tetap lembut kepada anaknya,” terangnya.

Anjeli mengatakan bahwa hal tersebut menjadi tantangan baginya dalam memerankan Calon Arang.

“Karena menggabungkan kedua sifat tersebut dan hal itu sangat challenging bagi saya,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan untuk mendalami peran tersebut, ia melatih diri dengan berkomunikasi dan membangun kedekatan dengan lawan mainnya, Retno Manggali.

“Untuk mendalami karakter Calon Arang, bentuk latihannya lebih membangun chemistry dengan pemeran Retno Manggali,” tuturnya.

Menurut Anjeli, pesan yang dapat diambil dari karakter Calon Arang adalah belajar ikhlas.

“Dendam yang dalam tidak akan pernah menyelesaikan apa pun, yang telah terjadi biarlah terjadi. Semua harus ikhlas jangan sampai ada dendam yang membekas,” tutupnya.

Reporter: Azkiya Salsa Afiana
Editor: Eka R.

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.