
Amanat.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 2576/Un.10.0/R/HK.01.01/12/2025 terkait pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap bagi mahasiswa terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera yang telah dibayarkan, Jumat (02/01/2026).
Pembebasan UKT tersebut diberikan kepada mahasiswa UIN Walisongo asal Sumatera yang daerahnya terdampak secara langsung dan keluarganya mengalami gangguan ekonomi akibat bencana yang terjadi.
Adapun informasi Surat Keputusan tersebut:
- Membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera dan sekitarnya untuk semester genap tahun akademik 2025/2026 sebagaimana tercantum dalam lampiran.
- Nama-nama mahasiswa sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU ialah yang terdaftar dalam lampiran Surat Gubernur Provinsi Jawa Tengah Nomor 200.1.5/1676/JFU.PDN/2025 tanggal 19 Desember 2025 perihal Permohonan Keringanan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Bencana.
- Keputusan berlaku untuk semester genap Tahun Akademik 2025/2026 terhitung sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perubahan dan pembetulan sebagaimana semestinya.
Menanggapi Surat Keputusan tersebut, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi asal Sumatera Barat, Marsel mengatakan mendapat informasi tersebut dari grup Organisasi daerah (Orda).
“Saya mengetahui informasi keringanan UKT ini dari grup Orda Sumatera,” ujar Marsel saat diwawancarai oleh tim Amanat.id via WhatsApp, Kamis (1/1).
Ia menerangkan terdapat proses pendataan mahasiswa terdampak bencana dalam grup tersebut.
“Jadi di grup terdapat pemberitahuan dan pendataan mahasiswa yang terdampak bencana dengan google formulir,” terangnya.
Ia juga bercerita mengenai kondisi keluarga dan rumahnya yang terkena dampak banjir.
“Keluarga dan rumah saya tidak terkena banjir, tetapi di sebelah kampung saya itu rumahnya hancur dibawa arus banjir, menyebabkan rusaknya akses jalan dan lahan pertanian,” jelasnya.
Senada dengan Marsel, Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam asal Medan, Husni mengatakan mata pencaharian keluarganya terdampak akibat banjir.
“Mata pencaharian keluarga saya terganggu akibat barang dagangan yang terendam banjir,” katanya.
Ia mengaku lega karena UKT semester genap miliknya sudah terbayar di sistem.
“Alhamdulillah, hari ini UKT saya sudah terbayarkan di sistem. Saya tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk semester ini,” lanjutnya.
Husni menambahkan ia merasa termotivasi untuk segera menyelesaikan studinya di UIN Walisongo.
“Dengan adanya bantuan ini saya sangat termotivasi untuk menyelesaikan studi saya di UIN Walisongo,” tambahnya.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Falak asal Aceh, Ruwaida mengatakan bantuan tersebut memudahkan orangtuanya yang tengah kesulitan di kampung halaman.
“Bantuan ini sangat mempengaruhi semangat belajar saya karena orang tua saya tidak lagi memikirkan biaya UKT, bahkan disana untuk makan saja sangat susah apalagi untuk UKT,” ucapnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus yang telah sigap membantu mahasiswa yang terdampak.
“Terima kasih telah membantu mahasiswa yang terdampak bencana dengan pembebasan UKT ini. Saya harap kedepannya kampus senantiasa membantu mahasiswa yang tengah mengalami kesulitan,” tutupnya.
Reporter: Putri Natasya Islamadina
Editor: Romaito



