Studi Pentas “Pasar Kobar” Teater Koin Angkat Konflik Petinggi Zaman Sekarang

2 Min Read
Dua orang pemeran pertunjukan sedang berdialog dalam Studi Pentas "Pasar Kobar" di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo, Jumat (8/12/2023). (Amanat/Kholil).
Teater Koin, Studi Pentas "Pasar Kobar", Teater Koin UIN Walisongo, FEBI UIN Walisongo, UIN Walisongo
Dua orang pemeran pertunjukan sedang berdialog dalam Studi Pentas “Pasar Kobar” di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo, Jumat (8/12/2023). (Amanat/Kholil).

amanat.id- Teater Koin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Mengadakan Studi Pentas “Pasar Kobar” di Auditorium I Kampus 1, (8/12/2023).

Lurah Teater Koin, Shofia Nabila mengatakan bahwa proses persiapan membutuhkan waktu 3 bulan setengah.

“Persiapan studi pentas ini lika-liku bener-bener kerasa karena tiga bulan setengah, proses yang panjang dan harus mengatur profesional,” ucapnya.

Dalam persiapan pentas, dirinya merasa Sumber Daya Manusia (SDM) masih kurang ilmu karena usia Teater Koin yang tergolong muda.

“Teater ini juga baru 8 tahun. Jadi, memang untuk SDM-nya kami masih kurang ilmu,” tambahnya.

Pimpinan produksi (Pimpro), Tata Witanda Ayu menjelaskan bahwa Studi Pentas “Pasar Kobar” menceritakan konflik petinggi zaman sekarang.

“Menceritakan tentang konflik zaman sekarang, seperti para petinggi yang ingin mengubah, tanpa persetujuan semuanya,” terangnya.

Lanjutnya, pentas tersebut menyampaikan pesan agar para petinggi memperhatikan semua kalangan.

“Untuk para pejabat agar lebih mementingkan rakyat kecil, nggak hanya mementingkan rakyat atas,” tuturnya.

Salah satu penonton, Ucok mengatakan bahwa penampilan aktor lumayan bagus. Namun, ia kurang merasakan amarah di akhir cerita.

“Meskipun penampilan lumayan bagus, saya agak kurang merasakan sebuah amarah di akhir endingnya,” katanya.

Ia pun turut menyampaikan makna yang didapat setelah menonton Studi Pentas “Pasar Kobar”.

“Saya merasa cerita tersebut menyampaikan pesan bahwa kecerobohan dan keburukan bisa menimbulkan bencana sendiri,” ujar Ucok.

Reporter: Kholil

Editor: Revina

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.