By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Studi Pentas “Pasar Kobar” Teater Koin Angkat Konflik Petinggi Zaman Sekarang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Studi Pentas “Pasar Kobar” Teater Koin Angkat Konflik Petinggi Zaman Sekarang

Last updated: 9 Desember 2023 8:31 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 9 Desember 2023
Share
SHARE
Teater Koin, Studi Pentas "Pasar Kobar", Teater Koin UIN Walisongo, FEBI UIN Walisongo, UIN Walisongo
Dua orang pemeran pertunjukan sedang berdialog dalam Studi Pentas “Pasar Kobar” di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo, Jumat (8/12/2023). (Amanat/Kholil).

Amanat.id- Teater Koin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Mengadakan Studi Pentas “Pasar Kobar” di Auditorium I Kampus 1, (8/12/2023).

Lurah Teater Koin, Shofia Nabila mengatakan bahwa proses persiapan membutuhkan waktu 3 bulan setengah.

“Persiapan studi pentas ini lika-liku bener-bener kerasa karena tiga bulan setengah, proses yang panjang dan harus mengatur profesional,” ucapnya.

Dalam persiapan pentas, dirinya merasa Sumber Daya Manusia (SDM) masih kurang ilmu karena usia Teater Koin yang tergolong muda.

“Teater ini juga baru 8 tahun. Jadi, memang untuk SDM-nya kami masih kurang ilmu,” tambahnya.

Pimpinan produksi (Pimpro), Tata Witanda Ayu menjelaskan bahwa Studi Pentas “Pasar Kobar” menceritakan konflik petinggi zaman sekarang.

“Menceritakan tentang konflik zaman sekarang, seperti para petinggi yang ingin mengubah, tanpa persetujuan semuanya,” terangnya.

Lanjutnya, pentas tersebut menyampaikan pesan agar para petinggi memperhatikan semua kalangan.

“Untuk para pejabat agar lebih mementingkan rakyat kecil, nggak hanya mementingkan rakyat atas,” tuturnya.

Salah satu penonton, Ucok mengatakan bahwa penampilan aktor lumayan bagus. Namun, ia kurang merasakan amarah di akhir cerita.

“Meskipun penampilan lumayan bagus, saya agak kurang merasakan sebuah amarah di akhir endingnya,” katanya.

Ia pun turut menyampaikan makna yang didapat setelah menonton Studi Pentas “Pasar Kobar”.

“Saya merasa cerita tersebut menyampaikan pesan bahwa kecerobohan dan keburukan bisa menimbulkan bencana sendiri,” ujar Ucok.

Reporter: Kholil

Editor: Revina

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Harapkan UIN Walisongo Targetkan Akreditasi Internasional
Tanggapi Keluhan Mahasiswa, FDK Perbaiki Tujuh Toilet Rusak
Daftar Calon Kru Magang SKM Amanat yang Lolos ke Tahap Workshop 2019
Sayyid Zulfikar Ceritakan Keutamaan Berselawat
Mahasiswa UIN Walisongo Segel Rektorat, Bentuk Kekecewaan Terhadap Wajib Ma’had
TAGGED:febi uin walisongokonflik petinggistudi pentas pasar kobarteater kointeater uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Daftar Calon Kru Magang SKM Amanat yang Lolos ke Tahap Workshop 2019

Redaksi SKM Amanat
25 Oktober 2019
Kisah Pria Lulusan Kairo Capai Gelar Guru Besar Ilmu Dakwah
Ada Indikasi Paham Radikalisme Masuki Kampus, Ini Tanggapan Muhibbin
Resmi, FPK UIN Walisongo Sekarang Miliki WHDPC
Lebih dari Seminggu Tutup, Perpustakaan FDK Dikeluhkan Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Studi Pentas “Pasar Kobar” Teater Koin Angkat Konflik Petinggi Zaman Sekarang
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Studi Pentas “Pasar Kobar” Teater Koin Angkat Konflik Petinggi Zaman Sekarang
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?