Kontemplasi Rembulan

1 Min Read
Ilustrasi Kontemplasi Rembulan: Pixabay
Kontemplasi Rembulan, Puisi Sastra Soeket Teki
Ilustrasi Kontemplasi Rembulan: Pixabay

Sejumput cahaya pada naungan gulita

Berpendar mengitari dalam ruang ruang dialektika

Ia membayang linimasa, menepi

Melibas semua rasa yang terkurung jeruji besi

 

Satu tetes,

Dua tes, tiga tes,

dan seterusnya

Menampakkan diri dari persemayamannya

Menyuburkan kelopak yang telah lama kerontang

 

Penghujung malam

Tak lagi bersahabat baginya

Ini bukan perihal dialektika antar insan,

yang libatkan rasio dan harsa

Ini tak lebih dari seseorang dengan dirinya,

Yang menabung asa di balik nestapa

 

Semarang, Maret 2023

Eva Salsabila (Lurah Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article