Fatah Syukur; Pendidikan Mengharuskan Institusi Menjadi Dinamis

1 Min Read
Fatah Syukur saat menyampaikan materinya di acara EduFest (Dok. khusus)
Fatah Syukur, EduFest 2022, FITK UIN Walisongo
Fatah Syukur saat menyampaikan materinya di acara EduFest (Dok. khusus)

amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FITK menggelar Education Festival (EduFest) 2022. Dibuka dengan Seminar Nasional yang bertajuk “Upaya Transformasi Pendidikan Digital dan Tantangan Pendidikan Digital Society 5.0 dalam Rangka Membangun Generasi Emas di Tahun 2045”, yang bertempat di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo. Senin, (06/06/2022).

Komisi Pendidikan, Pesantren dan Kaderisasi Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Fatah Syukur memaparkan kekayaan yang paling utama dalam kehidupan.

“Kekayaan yang paling utama bukanlah kekayaan tentang harta benda namun kekayaan tentang informasi dan komunikasi,” ucapnya.

Pendidikan dalam perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) memiliki sebuah tantangannya tersendiri dan mengharuskan sebuah institusi menjadi dinamis.

“Terkadang dalam prosesnya terdapat hambatan. Seperti hambatan psikologis, hambatan fisik, hambatan kultural, dan hambatan lingkungan,” ungkapnya.

Menurutnya, belajar akan lebih baik apabila menggunakan dua indra sekaligus, yang akan memberikan stimulus lebih baik dalam penyerapan pesan.

“I hear I forget, I see I remember, but I do insyaallah I understand,” tutupnya.

Reporter: Intania Nurul Apriliani Putri

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.