By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Wacana Living Books di Tengah Nomophobia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Living Books, Nomophobia, Pembentukan Karakter Seseorang, Pengembangan Literasi, Sastra Media Literasi, Literasi Siswa
Iustrasi anak-anak bermain gadget (Istockphoto.com)
Artikel

Wacana Living Books di Tengah Nomophobia

Last updated: 6 Agustus 2024 11:55 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 6 Agustus 2024
Share
SHARE
Living Books, Nomophobia, Pembentukan Karakter Seseorang, Pengembangan Literasi, Sastra Media Literasi, Literasi Siswa
Ilustrasi anak-anak bermain gadget (Istockphoto.com)

Penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak-anak menjadi tantangan bagi minat belajar dan membaca siswa. Data dari Badan Pusat Statistik pada 2022 menunjukkan bahwa 33,44% anak-anak di Indonesia telah menggunakan handphone dan akses internet secara masif. Guna mengatasi masalah ini, pemerintah berupaya mendistribusikan bahan bacaan yang relevan dengan kebutuhan siswa.

Konsep Living Books yang dihadirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengacu pada buku-buku memuat ide-ide yang dapat membentuk karakter seseorang menjadi lebih mulia.

Dalam penggunaan living books, siswa akan diarahkan pada pengembangan literasi yang mendalam melalui cerita dengan membaca atau mendengarkan lalu memahami dan menganalisis makna informasi, hingga mengapresiasi keindahan bahasa sehingga bisa memperkaya kreativits dan imajinasi.

Solusinya adalah memilih karya sastra yang menarik dan relevan serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memotivasi. Akses terhadap buku juga menjadi kendala, tetapi dapat diatasi dengan menyediakan e-book dan memperkaya perpustakaan sekolah.

Kurikulum Merdeka Belajar besutan Nadiem Makarim menekankan kebebasan untuk mengeksplorasi pemikirannya secara mandiri dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memikirkan sesuatu, melakukan sesuatu, dan mencintai sesuatu tanpa intervensi orang lain.

Living books berkontribusi pada pengembangan literasi yang mendalam melalui cerita yang memikat, memungkinkan siswa untuk memahami pesan dan pelajaran yang terdapat di dalamnya. Selain itu, siswa dapat dipertemukan dengan pikiran-pikiran lain, yang memungkinkan terbentuknya pemikiran kritis dan inklusif.

Pemanfaatan metode living books sebagai media Merdeka Belajar memberikan kesempatan bagi siswa dengan tidak ada target yang membatasi cara belajar mereka, seperti “yang penting PR selesai” atau “yang penting naik kelas”. Lebih dari itu, living books menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berdaya, di mana siswa memiliki kendali penuh atas proses belajarnya sendiri.

Integrasi sastra dalam Kurikulum Merdeka dan penggunaan metode living books sebagai media pembelajaran adalah langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan literasi membaca. Dengan pemilihan karya sastra yang tepat, pengajaran inovatif, dan dukungan kuat, sastra dapat menjadi untuk memperbaiki kualitas pendidikan literasi di Indonesia.

Living books memberi pendekatan yang memungkinkan siswa untuk belajar dalam membaca dan memahami dunia di sekitar mereka, serta membentuk karakter kritis. Oleh karena itu, keterampilan memilih buku atau bahan bacaan sangat penting. Sesuatu yang terbiasa dibaca berdampak terhadap karakter terlebih fase anak-anak yang memiliki ingatan yang sangat kuat.

Hasna Nurul Afifah
Editor: Khasan Sumarhadi

Mahasiswa Wajib Tahu, Ini Tips Agar Presentasi Kamu Berjalan Efektif
Mendalami Pramuka di Racana Walisongo
Dilema Agama dan Etika
Pembusukan Otak Akibat Terjebak Scrolling Tanpa Akhir
Nani Wartabone: Tokoh Proklamator yang Terlupakan
TAGGED:literasi siswaliving booksnomophobiapembentukan karakter seseorangpengembangan literasisastra media literasi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Semarak Harlah KPT Beta, Akan Gelar Banyak Agenda

Wiwid Saktia
12 Desember 2016
Imbauan Registrasi Ulang bagi Camaba UIN Walisongo Jalur SNBT 2023
7 Tips Hemat Budget Makanan untuk Anak Kos
Jumlah Mahasiswa yang Akan Diterima Lewat UJM Belum Bisa Dipastikan
Agen Koran Adaptasi Zaman
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Wacana Living Books di Tengah Nomophobia
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Wacana Living Books di Tengah Nomophobia
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?