
Amanat.id- Mahasiswa Progam Studi (Prodi) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Teguh Waluyo meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Dakwah Dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3.92 pada wisuda ke-102 di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).
Teguh mengangkat skripsi berjudul “Implementasi Konseling Krisis Dalam Menangani Problem Psikososial Pada Korban Bencana Alam di Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan”.
Ia mengungkapkan terdapat kendala berupa masalah pribadi saat hendak melakukan penelitian.
“Sebelum penelitian kakak saya meninggal. Saya terkejut dan trauma, pada proses berduka tersebut skripsi saya berhenti agak lama,” tuturnya.
Teguh menerangkan musibah kehilangan keluarga yang ia alami memiliki kesamaan dengan skripsinya yang membahas konseling krisis dalam menangani problem psikososial korban bencana alam.
“Kebetulan kejadian yang saya alami punya kesamaan dengan skripsi saya, konseling krisis pada korban bencana alam itu salah satu problemnya kematian mendadak keluarga, kakak saya meninggalnya juga mendadak jadi saya memahami luka psikologisnya,” terangnya.
Ia menjelaskan proses mengerjakan skripsi menjadi penghibur di masanya berkabungnya.
“Karena kesamaan tadi, dalam pengerjaan skripsi juga jadi saran bagi saya meluapkan kesedihan dan proses penyembuhan,” jelasnya.
Di masa berkabungnya, Teguh bertemu dengan Fahrudin Faiz, Dosen Fakultas Ushuludin UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memberinya dukungan dan saran dalam menyelesaikan studi lanjutnya.
“Pak Fahrudin Faiz memberikan saya motivasi untuk bangkit dan bersemangat lagi, beliau mengatakan agar tulisan bagus harus membiasakan diri membaca dan menulis, serta menyusunnya dengan maksimal,” ujarnya.
Setelah mendengar motivasi tersebut, Teguh mengaku kembali bersemangat melanjutkan skripsinya dan mulai membeli buku-buku sebagai referensi.
“Saya membeli beberapa referensi buku tentang konseling krisis dan problem psikososial kedukaan mendadak, serta jurnal-jurnal yang relevan serta sumber penelitian pendukung,” akunya.
Teguh menjelaskan selain belajar di kelas, bekerja merupakan kesibukan yang mengisi masa-masa kuliahnya.
“Saya membayar kost sendiri dari awal sampai akhir kuliah dengan berjualanan pakaian online dan menjadi pelatih paskibra di Pekalongan,” jelasnya.
Ia menerangkan proses membagi waktu antara kuliah dan bekerja.
“Saya memaksimalkan waktu kuliah di hari Senin sampai Rabu, hari Kamis ke Minggu saya bekerja di Pekalongan dekat rumah,” terangnya.
Teguh menjelaskan menyukai program studi yang dipilih membuat proses belajar efektif dan menyenangkan.
“Minat terhadap jurusan mendorong kita untuk gemar belajar dan membaca, kemudian sebagai anak ilmu sosial hal terpenting itu memahami inti pembelajaran lalu menguasai public speaking dan memperluas wawasan melalui membaca,” jelasnya.
Teguh menambahkan penggunaan teknologi Arifical Intellegent (AI) dapat dimanfaatkan sebagai teman diskusi.
“Terdorong untuk mencari referensi dengan membaca buku dan jurnal yang relevan, AI boleh digunakan sebagai teman bertukar pandangan tapi tetap diimbangin dengan kemampuan diri,” pungkasnya.
Reporter: Windi Aulia
Editor: Putri Natasya Islamadina

