By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Gelar Studi Pentas, Teater Koin Kritik Sistem Politik di Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Teater Koin, Pentas Teater Koin, Studi Pentas Cannibalogy, UIN Walisongo, Teater FEBI UIN Walisongo
Teater Koin menggelar Studi Pentas bertajuk "Cannibalogy" di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo yang menceritakan tentang intrik kekuasaan dalam sistem politik Indonesia, Kamis (05/12/2024). (Amanat/Alfarizy).
UIN WalisongoVaria Kampus

Gelar Studi Pentas, Teater Koin Kritik Sistem Politik di Indonesia

Last updated: 6 Desember 2024 2:50 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 6 Desember 2024
Share
SHARE
Teater Koin, Pentas Teater Koin, Studi Pentas Cannibalogy, UIN Walisongo, Teater FEBI UIN Walisongo
Teater Koin menggelar Studi Pentas bertajuk “Cannibalogy” di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo yang menceritakan tentang intrik kekuasaan dalam sistem politik Indonesia, Kamis (05/12/2024). (Amanat/Alfarizy).

Amanat.id- Teater Koin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar Studi Pentas bertajuk Cannibalogy karya Benny Yohanes di Auditorium I Kampus 1, Kamis (5/6/2024).

Sutradara Studi Pentas, Muhammad Annan Arsyad mengatakan alasan memilih naskah tersebut karena berkaitan dengan kondisi politik yang terjadi saat ini.

“Naskah kali ini benar-benar relate dengan kondisi negara kita,” ucapnya.

Ia menuturkan, naskah yang dipentaskan juga merupakan kritik terhadap keserakahan dalam lingkaran kekuasaan.

“Sebagai kritik terhadap ganasnya kekuasaan dan keserakahan,” tuturnya.

Tercermin dalam karakter bernama Suhar, sambung Annan, seorang petani yang berambisi untuk menguasai Pulau Jawa berakhir gagal.

“Seperti Suhar yang begitu perkasa pada akhirnya juga lenyap,” ujarnya.

Menurut Annan, tokoh Suhara adalah representasi dari Soeharto karena ideologi pembangunannya.

“Dengan pembangunan Trans Jawa dan hutang bank menumpuk, Suhar lebih identik dengan Soeharto,” ucapnya.

Selain Suhar, Annan turut menyelipkan tokoh lain dari masa berbeda bernama Leanles yang turut membantu Suhar dalam membangun Jalan Trans Jawa.

“Saat berada dalam kekacauan politik, seorang bernama Leanles ini membangun Jalan Trans Jawa pertama kali,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Leanles menggunakan segala cara dalam membangun Jalan termasuk tidak memberi upah kepada pekerja.

“Mereka membangun dengan cara sendiri, seperti tidak membayar upah,” imbuhnya.

Annan juga turut menghadirkan antitesis dari tokoh Leanles dan Suhar, yakni Mas Ageng sebagai gambaran dari keberpihakannya kepada masyarakat.

“Interpretasi Mas Ageng sebagai raja dengan watak kasih sayang dan anti perang,” ujarnya.

Namun, lanjut Annan, Mas Ageng terpaksa menggunakan kekerasan untuk meredam sikap Suhar yang otoriter.

“Karena tindakan Suhar semena-mena, maka meletus lah pertempuran,” tuturnya.

Ia kemudian berpendapat, adakalanya kekerasan dapat digunakan untuk kepentingan bersama.

“Kekerasan tidak selamanya buruk, ada kalanya digunakan untuk kepentingan bersama,” katanya.

Annan juga mengaku bahwa isu kemanusiaan yang diselipkan dalam cerita merupakan kritik terhadap feodalisme yang masih mengakar.

“Sesama manusia seharusnya tidak boleh memandang kasta,” ucapnya.

Salah satu penonton, Ilham Khoirullah menafsirkan bahwa kekuasaan sebagai bagian dari ambisi manusia hingga mampu menghalalkan segala cara.

“Beberapa orang menghalalkan segala cara untuk berkuasa,” katanya.

Menyinggung sosok Suhar dalam cerita, Ilham mengatakan bahwa Suhar yang bosan hidup miskin hanya ingin berkuasa untuk memperkaya dirinya sendiri.

“Seperti Suhar yang hanya ingin memperkaya dirinya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, kemiskinan bisa dipandang sebagai penderitaan apabila manusia tidak memiliki rasa puas.

“Kalau kita merasa selalu kurang, artinya kemiskinan merupakan penderitaan,” tuturnya.

Ia mengakui, karakter Mas Ageng yang berperan sebagai raja dalam pementasan mengajarkan memanusiakan manusia.

“Ketika masyarakat ingin orang yang bersalah di bunuh, Mas Ageng justru memberikan kesempatan untuk hidup,” tutupnya.

Reporter: Moehammad Alfarizy
Editor: Eka R.

Mahasiswa Baru Keluhkan Fasilitas MCK
5 Tips Dapatkan Cuan dari Hobi Fotografi ala Anya Cahyara
Kembangkan Jiwa Wirausaha, Fisip Entrepreneurship Adakan Seminar Kewirausahaan
UKM PSHT Tarik Perhatian Penonton di Suasana Wisuda
Efri Arsyad Jelaskan Tantangan dan Manfaat Studi ke Luar Negeri
TAGGED:pentas teater koinstudi pentas cannibalogyteater febi uin walisongoteater koinuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Peran remaja, Remaja dalam kamtibnas, kegiatan kamtibnas, Dies Natalis Himapol, UIN walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Peran Remaja dalam Kamtibmas

Redaksi SKM Amanat
28 Mei 2024
Impara Ikuti Penanaman 11.000 Mangrove di Pesisir Pantai Pantura
Tarian Anak-anak Difabel Sambut Pelantikan Pengurus LKS BMh 2022
5 Hal yang Patut Dicoba Mahasiswa Baru Agar Kuliah Tak Sia-Sia
Mahasiswa FITK UIN Walisongo Demo Tuntut Keadilan Biaya UKT dan Ma’had
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Gelar Studi Pentas, Teater Koin Kritik Sistem Politik di Indonesia
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Gelar Studi Pentas, Teater Koin Kritik Sistem Politik di Indonesia
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?