By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tim Peduli Bahasa Isyarat Semarang Jelaskan Tata Cara Komunikasi dengan Teman Tuli
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Teman Tuli, Tim Peduli Isyarat Semarang, Jenis Bahasa Isyarat, Komunikasi Teman Tuli, KPSR UIN Walisongo
Mahendra Teguh Priswanto sedang memaparkan materi di acara “The Power of Sign, The Language of Love” di Teater ISDB FITK Kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu (17/5/2025).
UIN WalisongoVaria Kampus

Tim Peduli Bahasa Isyarat Semarang Jelaskan Tata Cara Komunikasi dengan Teman Tuli

Last updated: 19 Mei 2025 9:22 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 19 Mei 2025
Share
SHARE
Teman Tuli, Tim Peduli Isyarat Semarang, Jenis Bahasa Isyarat, Komunikasi Teman Tuli, KPSR UIN Walisongo
Mahendra Teguh Priswanto sedang memaparkan materi di acara “The Power of Sign, The Language of Love” di Teater ISDB FITK Kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu (17/5/2025). (Dok. Khusus).

Amanat.id– Kelompok Peduli Sosial Remaja (KPSR) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar acara KPSR Sign Talk 2025 dengan tema “The Power of Sign, The Language of Love” di Teater ISDB FITK Kampus 3, Sabtu (17/5/2025).

Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Tim Peduli Isyarat Semarang, yaitu Stevia Pranoto, Koh Aming, dan Mahendra Teguh Priswanto.

Mahendra Teguh Priswanto menjelaskan bahasa isyarat memiliki tata cara komunikasi tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan bahasa lisan.

“Berkomunikasi dengan teman tuli itu ada tata caranya, dimulai dari kontak mata, artikulasi pola bibir, hingga suasana atau tempat yang terang agar gestur tubuh dan pola bibir dapat terlihat jelas,” ujarnya.

Ia juga membedakan dua jenis bahasa isyarat yang digunakan di Indonesia, yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

“SIBI dibentuk oleh orang dengar dan diresmikan oleh pemerintah, sedangkan BISINDO muncul secara alami dari interaksi komunitas tuli, dan tiap daerah memiliki variasi dialek yang disebut BISDA,” jelasnya.

Mahendra menambahkan kedua sistem tersebut memiliki perbedaan dalam penyusunan struktur kalimat.

“SIBI cenderung menggunakan struktur kalimat aktif seperti ‘Saya memakan pisang’, sementara BISINDO lebih menggunakan struktur pasif, misalnya ‘Pisang dimakan saya’,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa belajar bahasa isyarat dapat merangsang perkembangan otak kanan dan kiri karena melibatkan proses mendengar dan merespons dengan gerakan.

“Dengan belajar bahasa isyarat dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri, karena kedua bagian otak akan bekerja saat kita mendengarkan kemudian merespons dengan gerakan,” tuturnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Koh Aming yang turut menjadi pemateri.

“Seperti yang dikatakan Mahendra, bahasa isyarat bisa menjadi stimulus otak dan meningkatkan IQ karena kita terbiasa mendengar dan merespons melalui gestur tubuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menjadi juru bahasa isyarat dibutuhkan kemampuan menyederhanakan konsep bahasa agar lebih mudah dipahami.

“Bahasa isyarat adalah konsep bahasa, bukan terjemahan langsung dari Bahasa Indonesia. Saat pembicara mengucapkan kalimat panjang, juru bahasa harus menyederhanakannya agar tidak tertinggal,” jelasnya.

Koh Aming mengatakan pentingnya peran orang tua, selain juru atau guru bahasa.

“Kami sebagai guru hanya bisa mengajar terbatas pada waktu dan kemampuan kami karena itulah pendidikan dari rumah atau orang tua sangat berpengaruh dan jadi kunci utama,” tegasnya.

Ia mencontohkan dukungan dan penerimaan orang tua mampu membentuk kepercayaan diri anak-anak.

“Sebagai contoh, Mahendra dan Stevia merupakan penyandang tuli, dan mereka mampu berkuliah bersama teman-teman lainnya. Hal ini menunjukkan peran orang tua sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak,” tutupnya.

Reporter: Alia Septi Refalina
Editor: Azkiya S.A.

Potongan UKT 50% Hanya Berlaku untuk Mahasiswa Semester 14
Kunci Sukses Tembus LoA di Luar Negeri Ala Alumnus Universitas Melbourne
Akun Instagram @parkirtolol.uinws Kritisi Masih Maraknya Parkir Liar
Sempat Dilarang, Formasi Paper Mob PBAK 2019 UIN Walisongo Viral
Jalan di Samping Auditorium 2 Macet, Komandan Satpam; Lumrah ketika Wisuda
TAGGED:jenis bahasa isyaratkomunikasi teman tulikspr uin walisongoteman tulitim peduli isyarat semaranguin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
SKM Amanat, UIN Walisongo
Jejak Amanat

Alumni SKM Amanat Lintas Generasi Berbagi Pengalaman dalam Sarasehan Menuju 4 Dekade

Redaksi SKM Amanat
30 September 2023
Ternyata Ini yang Menyebabkan Perpustkaan FDK Tutup
73 Formasi MOB Genwa, Ramaikan Pembukaan PBAK 2018
UIN Walisongo Gelar PBAK 2020 Secara Virtual
Tak Perlu Cemas, Mahasiswa Tetap Bisa Yudisium Meski Belum Punya JKN
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tim Peduli Bahasa Isyarat Semarang Jelaskan Tata Cara Komunikasi dengan Teman Tuli
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Tim Peduli Bahasa Isyarat Semarang Jelaskan Tata Cara Komunikasi dengan Teman Tuli
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?