
Amanat.id– Setelah sempat diundur beberapa kali, kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tahun 2025 resmi dijadwalkan pada pertengahan Agustus, Seni-Rabu (12-14/7/2024).
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Muhammad Mu’tasim Billah mengatakan telah terjadi beberapa kali perubahan jadwal PBAK tahun 2025.
“Pertama pengumuman PBAK dilaksanakan tanggal 22-24 Agustus lalu diundur jadi tanggal 25-27, kemudian ada kabar baru di hari Senin itu fix di tanggal 12-14 Agustus,” tuturnya.
Menurutnya pengunduran tersebut terjadi akibat jumlah calon mahasiswa yang belum memenuhi target.
“PBAK ditunda karena jumlah mahasiswa baru yang saat ini belum mencapai target,” katanya.
Tasim menuturkan bahwa DEMA UIN Walisongo sudah membentuk kepanitiaan dan melakukan koordinasi dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) fakultas.
“Kepanitiaan sudah terbentuk, dan kami sudah melakukan koordinasi dengan Ormawa fakultas untuk segera membentuk kepanitiaan fakultas,” jelasnya.
Ia juga mengatakan sudah ada koordinasi dengan pihak rektorat untuk pelaksanaan PBAK UIN Walisongo tahun 2025.
“Pak WR 3 menyarankan dibuat konsep yang simpel saja. Kami merekomendasikan agenda yang sifatnya materi itu dipanelkan,” ujarnya.
Logo PBAK UIN Walisongo tahun 2025, sambungnya, direncakan akan dirilis pada pekan depan.
“Insha Allah Minggu depan. Tema sudah ada tapi perlu mengkonsep ulang agar sinkron dengan logo yang kami create,” jelasnya.
Ia juga belum dapat memastikan untuk guest star PBAK UIN Walisongo tahun 2025.
“Untuk guest star kami belum menentukan, masih proses konfirmasi,” ujarnya.
Tasim memperkirakan akan ada pengurangan anggaran untuk PBAK tahun 2025.
“Anggaran tahun ini pasti berkurang, tapi untuk nominalnya kami belum diberi tahu,” ucap Tasim.
Menanggapi kebijakan merger Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), ia menyampaikan Expo akan difokuskan pada tingkat universitas, sedangkan untuk tingkat fakultas ditiadakan.
“Pandangan awal dari Pak WR 3, untuk Expo Ormawa kami fokuskan di UKM-U, sedangkan untuk UKM-F ditiadakan. Menurut saya perlu dialog langsung seperti dulu ketika ada agenda merger dari universitas,” ujar Tasim.
Tasim mengatakan kendala pada persiapan PBAK tahun 2025 hingga saat ini adalah bertabrakan dengan kegiatan KKN.
“Persiapan satu bulan dengan kawan-kawan dari Ormawa fakultas yang tabrakan dengan agenda KKN mempersulit kami untuk finalisasi,” jelasnya.
Ketua DEMA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Muhammad Novan Heromando juga menuturkan bahwa proses persiapan PBAK di FITK sudah mencapai 50%.
“Dari FITK sendiri sudah 50% secara konsep dan teknis lainnya tinggal eksekusi aja,” tutur Novan.
Novan mengatakan masih menanti informasi lebih lanjut terkait konsep PBAK UIN Walisongo tahun 2025, terutama terkait penampilan Expo UKM-F.
“Masih menunggu konsep PBAK dari DEMA-U terutama mengenai penampilan ekspo UKM F. Karena UKM sudah di-merger di universitas jadi belum tau regulasi ke depannya. Menunggu koordinasi lagi dengan Kemendagri DEMA-U,” katanya.
Novan juga mengatakan kendala proses persiapan PBAK tahun ini adalah jadwal yang bertabrakan dengan agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kendala dari tahun ke tahun karena pengurus DEMA yang mengisi di strategis itu semester 7, jadi bertabrakan dengan KKN,” tutupnya.
Reporter: Nijam Alfatul Khasna
Editor: Melini Rizki


