By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Bahas Isu Media Sosial, KSK Wadas Adakan Studi Pentas Bertajuk ‘Pada Suatu Hari’
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Bahas Isu Media Sosial, KSK Wadas Adakan Studi Pentas Bertajuk ‘Pada Suatu Hari’

Last updated: 26 April 2025 1:24 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 26 April 2025
Share
SHARE
ksk wadas, pentas ksk wadas, studi pentas wadas, ksk wadas uin walisongo, pentas pada suatu hari, karya arifin c noer
Empat aktor sedang berlakon dalam Studi Pentas KSK Wadas bertajuk ‘Pada Suatu Hari’ di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo, Jumat (25/4/2025). (Amanat/Alia).

Amanat.id- Komunitas Seni Kampus (KSK) Wadas Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar studi pentas bertajuk “Pada Suatu Hari” dengan memodifikasi naskah karya Arifin C. Noer di Auditorium I Kampus 1, Jumat (25/4/2025).

Sutradara Studi Pentas, Haikal Hidayat mengatakan alasan diangkatnya tema tersebut karena media sosial telah menjadi bagian dari standar kehidupan saat ini.

“Saya tersentil dengan kehidupan zaman sekarang, dimana orang-orang berpatok pada media sosial hingga menjadi sebuah standarisasi dalam kehidupan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Haikal menjelaskan media sosial dapat memicu konflik dalam kehidupan seseorang.

“Banyak hal bermunculan di media sosial entah lewat video atau kata-kata sehingga memicu seseorang mengalami konflik serupa pentas studi ini, padahal apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang kita rasakan,” imbuhnya.

Ia memaparkan, penampilan studi pentas kali ini merupakan naskah karya Arifin C. Noer yang diremake dengan sentuhan lebih modern.

“Saya me-remake naskah ini dengan menambahkan isu media sosial sebagai standar dalam sebuah hubungan yang dapat menumbuhkan rasa cemburu buta hingga menyebabkan perceraian,” jelasnya.

Hal ini tercermin dalam karakter bernama Novia, lanjut Haikal, seorang ibu dua anak yang berniat menceraikan suaminya akibat rasa cemburu yang membabi buta.

“Seperti Novia yang berniat menceraikan suaminya hanya karena cemburu tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Menurut Haikal, tokoh Novia merupakan representasi orang zaman sekarang yang mengikuti tren dan standar media sosial.

“Karakter Novia menggambarkan bagaimana seseorang mudah terpengaruh oleh lingkungan dan memiliki pemikiran yang sempit,” katanya.

Selain tokoh Novia, ia juga menyoroti tokoh lain sebagai contoh kesetiaan dan kebersamaan, yakni kakek dan nenek.

“Saat Novia dibutakan oleh rasa cemburu, ada sang kakek dan nenek selaku kedua orang tua yang dapat menjadi konselor untuk Novia,”tuturnya.

Haikal juga menjelaskan, karakter kakek dan nenek memiliki konflik serupa dengan Novia, tetapi mereka tetap memberikan teladan nyata dari sebuah kesetiaan.

“Tokoh kakek dan nenek juga punya konflik tersendiri, mereka mengurungkan niat bercerai demi sang anak sebagai bentuk teladan bahwa setiap masalah dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan penuh pertimbangan,” pungkasnya.

Ia menuturkan, dalam naskah terdapat sarkasme bahwa perceraian tidak membutuhkan pikiran yang panjang, sama halnya seperti urusan percintaan.

“Menurut saya itu adalah bentuk sarkas, ketika dihadapkan dalam suatu hubungan, kita harus berpikir panjang dan jangan sampai mengambil keputusan dalam keadaan emosi, karena hal itu dapat menyebabkan kerugian bagi diri sendiri,” terangnya.

Salah satu penonton, Dian Alamah Nurhana menafsirkan studi pentas tersebut sebagai pelajaran bahwa hidup tidak perlu mengikuti standar sosial media.

“Sosial media bukan tempat kita memenuhi ego dan standar dalam kehidupan, tiap orang memiliki kehidupan yang berbeda dan tidak bisa disamakan,” ucapnya.

Hana menambahkan, setiap konflik pasti ada jalan keluar, tergantung cara menyelesaikannya.

“Saat scene Kakek dan Nenek bertengkar, membuat saya berpikir bahwa pertengkaran sebetulnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin,” ucapnya.

ia menuturkan, pesan yang dapat diambil dari studi pentas tersebut yaitu sebuah permasalahan bisa diselesaikan tanpa harus mengakhiri hubungan.

“Saat terjadi pertengkaran, semua bisa diselesaikan dengan cara yang baik, dipikirkan dengan matang, dan jangan bersikap impulsif,” tutupnya.

Reporter: Alia Septi Refalina
Editor: Azkiya S.A.

Meski Sudah Berkeluarga, Tak Halangi Andria Jadi Wisudawan Terbaik FEBI
Peran Mahasiswa Runtuhkan Doktrin Orang Desa “Lemah”
Kendala Administrasi Sebabkan Sulitnya Pengembalian Uang Catering Mahad UIN Walisongo Gelombang 3 2024
Menuju UIN Walisongo Unggul, Rektor Lantik 104 Pejabat Struktural
Berikan Wawasan dan Lebih Dekat dengan Masyarakat, EI Goes to Village
TAGGED:karya arifin c noerksk wadasksk wadas uin walisongopentas ksk wadaspentas pada suatu haristudi pentas wadas
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
jalan sehat uin walisongo, dies natalis ke-56, dies natalis uin walisongo, doorprize jalan sehat, uin walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Antusiasme Peserta Ramaikan Jalan Sehat pada Dies Natalis UIN Walisongo ke-56

Redaksi SKM Amanat
10 April 2026
Iseng Ikut Jalan Sehat, Farrel Mahasiswa UIN Walisongo Dapatkan Doorprize Mesin Cuci
Kemenpora Ajak Aktivis UIN Walisongo Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0
Diduga Rem Blong, Truk Kontainer Terguling di Turunan Silayur Akibatkan Macet Panjang
3 Manfaat Menggambar untuk Atasi Stres
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bahas Isu Media Sosial, KSK Wadas Adakan Studi Pentas Bertajuk ‘Pada Suatu Hari’
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Bahas Isu Media Sosial, KSK Wadas Adakan Studi Pentas Bertajuk ‘Pada Suatu Hari’
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?