By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Jangan Jadikan Ramadan Sebagai Alasan Untuk Bermalas-malasan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
(sumber foto:www.sunni.co.id)
Artikel

Jangan Jadikan Ramadan Sebagai Alasan Untuk Bermalas-malasan

Last updated: 26 Mei 2019 11:16 am
Mohammad Iqbal Shukri
Published: 26 Mei 2019
Share
SHARE
(sumber foto:www.sunni.co.id)

Sudah setengah bulan lebih Ramadan dilaksanakan. Seiring berjalannya bulan yang penuh keberkahan ini, tak sedikit orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pundi-pundi pahala. Selain Ibadah puasa yang diwajibkan, pada bulan ini masyarakat melaksanakan Ibadah sunah lainnya seperti salat tarawih, tadarus al-Quran, bersedekah, dan lainnya.

Sayangnya, semangat Ibadah tersebut lambat laun menurun, yang awalnya hari pertama bulan Ramadan semangatnya bergelora, bisa bertahan sampai pertengahan bulan saja.

Bisa dilihat, ketika kita melaksanakan Ibadah salat tarawih. Pada hari pertama mayoritas ruangan masjid dan musala penuh. Bahkan sampai ruangan yang disediakan tidak muat. Al-hasil pihak pengurus masjid menyediakan alas tikar atau karpet, guna untuk menampung jamaah yang ingin ikut salat tarawih diluar masjid.

Namun, suasana tersebut hanya bisa dilihat pada minggu-minggu awal bulan Ramadan. Seiring berjalannya waktu, seketika berubah. Jumlah jamaah menyusut drastis. Hingga ruangan di dalam masjid yang awalnya penuh menjadi longgar dan hanya menyisakan beberapa shaf (baris) saja.

Dalih orang yang suka tidur saat puasa

Selain penurunan semangat diatas, pada bulan Ramadan akan ditemui orang-orang yang lebih suka tidur atau bermalas-malasan. Hal ini menandakan tidak hanya terjadi penurunan, tetapi menjalankan puasa dengan sia-sia.

Tidak sedikit dari teman kita, yang hari-harinya di iringi dengan kebiasaan tidur seharian. Baik itu di kantor, kelas, atau lainnya.

Dengan dasar argumen arti potongon salah satu hadis yang artinya “Tidurnya orang yang berpuasa adalah Ibadah”

Padahal jika kita tahu, hadis yang dijadikan sebagai dalih tersebut tergolong hadis yang dhaif (lemah). Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Syua’abul Iman. Lantas Imam Suyuti menukil hadis itu dalam al Jami’ al Shagir kemudian mendhaifkannya. Sebab menurut Imam Baihaqi dalam hadis tersebut terdapat perawi yang dianggap sebagai rawi yang dhaif diantaranya Ma’ruf bin Hisan dan Suliman bin Amr an’Nakha’i.

Mayoritas ulama hadis berpendapat jika Sulaiman adalah rawi dhaif. Seperti halnya Imam Bukhari pun mengatakan jika hadis Sulaiman tersebut matruk alias semi palsu.

Jadi, tidak bisa dibenarkan jika orang bermalas-malasan dengan dalih argumen hadis diatas.

Bukankah masih banyak Ibadah lain, selain tidur? Padahal jika aktivitas yang dilakukan diniatkan sebagai Ibadah juga akan mendapatkan pahala.

Semangat yang harus tetap dipertahankan.

Setiap individu punya aktivitas sehari-hari. Seorang mahasiswa aktivitasnya kuliah, guru mengajar murid, petani pergi kesawah mengurusi tanaman, pedagang berjualan dipasar dan beberapa profesi lainnya.

Aktivitas-aktivitas tersebut harus tetap dilaksanakan meskipun dalam keadaan puasa.

Kita bisa belajar pada sejarah masa lalu, kemenangan umat Islam di perang badar misalnya. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Ramadan 624 M. Meskipun waktu itu pasukan Islam hanya ber jumlah 313 orang, mereka berhasil menaklukan pasukan kaum musyrikin yang berjumlah 1000 orang. Meskipun dalam hitungan jumlah tak sebanding, berkat kekuasaan Allah bulan Ramadan menjadi saksi kemenangan pasukan Islam.

Selain itu, perlu diketahui pula jika Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan bertepatan pada bulan Ramadan.

Segelintir contoh sejarah yang bisa menjadi pemompa semangat, bukan lagi Ramadan dijadikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

Ramadan bulan yang istimewa, terdapat sebuah keistimeaan dan keberkahan disetiap harinya. Pundi-pundi pahala yang dilipatgandakan pun ditawarkan oleh Allah pada bulan ini.

Tidakkah mereka tergolong orang yang merugi jika tidak memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya?

Penulis: M. Iqbal Shukri

Tips Sukses Meraih Beasiswa
Mahasiswa Wajib Tahu, Ini Tips Agar Presentasi Kamu Berjalan Efektif
Mediokritas dalam Gejala Popularisme-Populisme Islam
Menyoal Integritas Penegak Hukum
Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur
TAGGED:alasan malas malasanartikel ramadanpuasa dan malasramadan
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Wisuda

Aktif Kegiatan Di Luar Perkuliahan, Shifah Jadi Wisudawan Terbaik FITK

Redaksi SKM Amanat
25 Agustus 2021
Studium General DEMA UIN Walisongo, Aziz Hakim Bahas Implementasi Mahasiswa Aktivis
Samir dan Warna Kebesaran Fakultas di UIN Walisongo
Sendu di Malam Minggu
Lebih dari Seminggu Tutup, Perpustakaan FDK Dikeluhkan Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Jangan Jadikan Ramadan Sebagai Alasan Untuk Bermalas-malasan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Jangan Jadikan Ramadan Sebagai Alasan Untuk Bermalas-malasan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?