
Sekotak ruang bersemayam gelap
Terpancar acuhnya nirwana
dan satu kursi tua tak terjamah logika
Berharap harsa mampir sesekali
Entah siapa yang datang
Masuk seakan tak minta pamrih
Diam tanpa sapa
Hangatnya membawa beku pada raga
Sangat sopan tak diundang
Duduk sembarang
Sembari menyebar luka pada raga yang tak diberi napas harsa
Materi-materi teringat sendirinya ruang dan itu
Siapapun itu
Penjarahanmu tersambut bahkan diratukan
Dudukmu tak hanya sekedar soal paras
Dudukmu melepaskan waras
Silahkan duduk, di kursi tua dalam raga
Imamul Muqorrobin (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)


