Pertama Kali, Formakip UIN Walisongo Adakan Pengabdian Masyarakat di Desa Leban

2 Min Read
Masyarakat Desa Leban sedang melakukan pelatihan eco enzim bersama Formakip Walisongo di Desa Leban, Kabupaten Boja, Sabtu (26/7/2025). (Dok.Khusus).
formakip, formakip uin walisongo, pengabdian masyarakat, prasasti formakip, uin walisongo
Masyarakat Desa Leban sedang melakukan pelatihan eco enzim bersama Formakip Walisongo di Desa Leban, Kecamatan Boja, Sabtu (26/7/2025). (Dok.Khusus).

amanat.id- ‎Forum Mahasiswa KIP-K (Formakip) Walisongo mengadakan pengabdian masyarakat Prakarsa Sejati (Prasasti) dengan tema “Sejuta Aksi Jutaan Mimpi, Menumbuhkan Kepedulian Sosial Lewat Pengabdian” di Desa Leban, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jumat-Minggu (25-27/7/2025).
‎
‎Pengabdian tersebut diikuti 23 anggota Formakip Walisongo angkatan 2023 dengan tujuan mewujudkan salah satu Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
‎
‎Ketua Umum Formakip UIN Walisongo, Imam Syafi’i menyampaikan kegiatan dari Prasasti akan berfokus pada pendekatan masyarakat.
‎
‎”Program Prasasti berfokus pada pendekatan masyarakat yang lebih berbobot, seperti public speaking, pelatihan eco enzim, literasi digital dan senam,” ujarnya.
‎
‎Imam mengatakan Prasasti menjadi program pertama yang dicanangkan oleh Formakip Walisongo.
‎
‎”Sebelumnya belum pernah ada acara ini, jadi kami masih banyak meraba dalam koordinasi dengan pihak desa maupun mengkoordinir panitia,” katanya.
‎
Lanjutnya, Formakip Walisongo akan diproyeksikan menjadi desa binaan dan diharapkan dapat dikonversi menjadi KKN.
‎
‎”Kami berencana ingin membuat desa binaan Formakip Walisongo yang nantinya akan seperti KKN dan bisa dikonversikan ke nilai KKN,” tuturnya.
‎
‎Ketua Pelaksana Prasasti, Tuta Putra Wiyandra menjelaskan program kerja yang dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan masyarakat Desa Leban.
‎
‎”Hari pertama kami melaksanakan program Public Speaking yang bekerjasama dengan karang taruna setempat, karena terdapat saran dari perangkat desa,” ujarnya.
‎
Tuta menuturkan terdapat pelatihan bekam gratis yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tasawuf Psikoterapi (TP), sosialisasi literasi digital hingga pelatihan eco enzim.
‎
‎”Pelatihan bekam kami berkolaborasi dengan HMJ TP, kemudian sosialisasi literasi digital di MI NU 68 Leban, dilanjut mengajar TPQ hingga latihan eco enzim, karena mayoritas masyarakat disini adalah petani,” tuturnya.
‎
‎Ketua RT 01 Dusun Lendoh, Muhammad Nasta’in menyampaikan keterbukaannya kepada para mahasiswa untuk menjalankan program-program di desanya.
‎
‎”Saya menyambut baik kepada mahasiswa yang benar-benar mengamalkan ilmu yang didapat dari perguruan tinggi mereka,” katanya.
‎
Reporter: Dwi Endang Setyorini
Editor: Azkiya S.A.

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.