
Tegap berdiri namun rapuh
Menyihir pandangan namun suram
Terbalut banyak kesedihan
Tertuai banyak tangisan
Titah titah bak racun mematikan
Di balik tahta tinggi kekuasaan
Suara rakyat semakin diacuhkan
Perlahan terredam di balik meja kekuasaan
Ketika angka menjadi hal yang dipersujudkan
Dan keserakahan menjadi tak terhindarkan
Maka jiwa akan beku dalam kemiskinan
Dan telinga tak lagi mendengar sorakan menyakitkan
Beralasakan harapan ibu pertiwi
Namun terus menggerus kehormatan negeri
Di balik ikrar agung dan janji suci
Menyimpan luka perih tak bertepi
Semarang, 20 April 2025
Makrufiyah (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)


