
Amanat.id- Senin 24/6/2024 menjadi hari yang istimewa bagi Imam Yahya, di usianya yang kini menginjak 54 tahun, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut dikukuhkan sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah (Jateng) Periode 2024-2029.
Sebagai seorang akademisi, Imam terbiasa dengan Tridharma Perguruan Tinggi yang mengharuskan dirinya untuk belajar sekaligus mengabdi pada masyarakat.
“Saya terbiasa dengan Tridharma Perguruan Tinggi, ada pembelajaran, penelitian, dan juga pengabdian pada masyarakat,” ujarnya, Senin (1/7/2024).
Lebih dari 10 tahun lamanya, Imam melalui lika-liku dalam berkarir. Namun, ia selalu berpegang pada prinsipnya, melakukan hal baru dan menciptakan sejarah. Begitulah cara Imam berkembang di berbagai bidang akademik dan sosial keagamaan.
Pada tahun 2010, ada aturan bahwa Dekan harus bergelar Doktor dan saat itu Imam sudah memiliki gelar tersebut.
“Karena senior saya saat itu belum Doktor, jadi saya yang terpilih saat itu,” jelasnya.
Dari yang semula bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo hingga menjadi UIN Walisongo, Imam sudah mengemban tugas sebagai Dekan dari beberapa fakultas.
“Saya ditugaskan menjadi Dekan Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan saat ini sebagai Dekan FISIP,” terangnya.
Dengan prinsip yang selalu dipegang, dirinya mendapatkan berbagai kesempatan dan pengalaman di berbagai organisasi.
“Saya pernah menjadi Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Wakil ketua PWNU, Wakil Sekretaris MUI, Wakil PWI kota Semarang, dan Ketua FKUB Jawa Tengah,” ucapnya.
Imam juga menginisiasi perkumpulan seluruh Dekan Ekonomi Bisnis di Semarang dan membentuk forum Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) pada tahun 2015.
“Tahun 2015 saya mengumpulkan seluruh Dekan di Semarang dan membentuk forum Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) sekaligus menjabat sebagai ketua pertama dari 2015 hingga 2017,” terangnya.
Sempat tidak menjabat dari tahun 2019 hingga 2022, Imam menggunakan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas akademik dan membuat karya tulis hingga dirinya diangkat sebagai guru besar pada tahun 2022.
“Saya menulis banyak artikel dan memublikasikannya di Scopus. Itulah yang kemudian mengantarkan saya untuk bisa menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Islam di tahun 2022,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan akademik dan pengabdian yang seimbang memudahkan untuk terus berkarya.
“Keseimbangan antara akademik dengan pengabdian itu penting untuk kebahagiaan hidup agar terus berkarya,” pungkasnya.
Reporter: Faisa Dian Kresna
Editor: Gojali


