Potret Indra Purwanto Mengenakan Toga dan Selempang Wisuda Berpose di Depan Lanmardk UIN Walisongo, Sabtu (1/11/2025). (Dok. Khusus).
“Innamal a’malu binniyat,
sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.”
Amanat.id- Prinsip yang selalu dipegang Indra Purwanto dalam mempertahankan nilai selama berkuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang hingga menjadi menjadi wisudawan terbaik Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Sabtu (1/11/2025).
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum tersebut mendapatkan predikat wisudawan terbaik FSH dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 pada prosesi wisuda di Gedung Prof. TGK. Ismail Yakub, Kampus 3.
Dalam skripsinya, Indra menulis karya berjudul “Analisis Keberpihakan Presiden dan Kampanye Politik Berdasarkan Pasal dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.” Tema tersebut dipilih berangkat dari keprihatinannya terhadap indikasi keberpihakan Presiden Joko Widodo kepada calon wakil presiden dalam Pemilu 2024.
Ungkapan rasa syukur diutarakan oleh Indra yang menuturkan pencapaiannya bukan semata hasil jerih payahnya sendiri, melainkan buah dari doa orang tua serta bimbingan tulus para dosen yang sabar menuntunnya.
“Saya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik jalur nilai, bukan skripsi terbaik. Semua ini berkat doa orang tua dan bimbingan dosen yang sabar,” ujarnya saat diwawancarai seusai prosesi wisuda.
Ia mengaku pencapaiannya lahir dari manajemen waktu yang baik, ketekunan, serta niat kuat untuk menyeimbangkan antara kuliah, organisasi, dan ibadah.
“Ini tidak datang begitu saja. Semua berawal dari bagaimana saya mengatur waktu dengan baik, tekun menjalani proses, dan berusaha menyeimbangkan antara kuliah, organisasi, serta ibadah,” katanya.
Selama kuliah, Indra aktif dalam berbagai kegiatan kampus seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), hingga organisasi ekstra kampus. Di tengah kesibukannya tersebut, ia menjelaskan cara mengatur waktu antara UKM dan kegiatan kampus lainnya, yaitu dengan menentukan mana yang lebih dulu harus diniatkan dan diprioritaskan.
“Cara saya mengatur waktu antara UKM dan kegiatan kampus adalah dengan menentukan mana yang lebih dulu harus diniatkan dan diprioritaskan,” jelasnya.
Indra menambahkan selalu memilih kegiatan yang membawa banyak manfaat. Baginya, pengalaman paling berharga justru datang dari organisasi, baik intra maupun ekstra kampus.
“Saya selalu memilih kegiatan yang membawa banyak manfaat. Pengalaman paling berharga bagi saya justru datang dari organisasi, baik intra maupun ekstra kampus,” tambahnya.
Indra menyebutkan cara mempertahankan nilai agar tetap konsisten bergantung pada innamal a’malu binniyat, yakni semua bergantung pada niat.
“Cara mempertahankan nilai agar tetap konsisten itu tergantung pada innamal a’malu binniyat, semua bergantung pada niat kita. Kalau niatnya baik dan ingin memberikan hasil yang positif untuk diri sendiri, maka tujuan yang ingin dicapai juga akan baik,” paparnya.
Ketertarikan Indra pada bidang hukum bermula dari dorongan orang tua, namun kemudian berkembang menjadi minat pribadi.
“Awalnya saya masuk jurusan hukum karena permintaan orang tua, tapi setelah dijalani, saya justru menemukan banyak hal menarik, terutama di bidang hukum tata negara,” tuturnya.
Meski kini menyandang gelar wisudawan terbaik, perjalanan Indra tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami penurunan IPK di awal perkuliahan, namun menjadikannya sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.
“Kadang kita lupa tujuan awal kuliah bukan cuma untuk mengejar nilai. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang kita dapat di bangku kuliah, atau di mana pun itu, bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tidak apa-apa kalau sempat jatuh, namanya juga proses,” ucapnya.
Indra berpesan kepada seluruh mahasiswa UIN Walisongo agar selalu menuntut ilmu dengan niat yang benar.
“Rasulullah bersabda, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Jadi, ilmu yang kita pelajari harus membawa manfaat untuk diri sendiri, masyarakat, dan orang lain,” tutupnya.