By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yusuf Febrian Sabet Wisudawan Terbaik FSH Setelah Teliti Fenomena Kotak Kosong pada Pilkada 2024
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Wisudawan Terbaik FSH, Wisuda UIN Walisongo, FSH UIN Walisongo, Yusup Febrian, UIN Walisongo
Potret Yusup Febrian, Wisudawan terbaik FSH UIN Walisongo sedang berpose dengan ijazah kelulusannya, Sabtu (23/8/2025). (Dok. Khusus).
Sosok

Yusuf Febrian Sabet Wisudawan Terbaik FSH Setelah Teliti Fenomena Kotak Kosong pada Pilkada 2024

Last updated: 24 Agustus 2025 11:04 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 25 Agustus 2025
Share
SHARE
Wisudawan Terbaik FSH, Wisuda UIN Walisongo, FSH UIN Walisongo, Yusup Febrian, UIN Walisongo
Potret Yusup Febrian, Wisudawan terbaik FSH UIN Walisongo sedang berpose dengan ijazah kelulusannya, Sabtu (23/8/2025). (Dok. Khusus).

Amanat.id– Suasana panas Kota Semarang tak menghalangi ribuan manusia memadati Gedung Prof. TGK. Ismail Yakub Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Sabtu (23/8/2025).

Suasan panas tersebut tidak menyurutkan senyum gembira dari Yusup Febrian, wisudawan terbaik Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Program Studi (Prodi) lmu Hukum yang mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.96.

Wisudawan kelahiran 2002 tersebut lulus dengan skripsi berjudul “Kemenangan Kotak Kosong Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 126/PUU-XXII/2024 Pada Pilkada Serentak Dengan Calon Tunggal dan Implikasinya Terhadap Berkurangnya Masa Jabatan Kepala Daerah Terpilih dengan Pilkada Ulang”.

Yusup menjelaskan alasannya memilih judul tersebut karena terinspirasi dari fenomena kotak kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

”Topik ini menarik karena tahun 2024 kemarin ada kotak kosong menang, namun kotak itu diakui memiliki suara,” ucapnya.

Menurutnya banyak yang belum memahami posisi dari kotak kosong dalam sebuah pemilihan.

“Biasanya kotak kosong menang dianggap tidak bernilai, dan yang mengajukan syiar ini adalah pendukung kotak kosong, agar kotak kosong punya nilai,” jelasnya.

Yusup mengatakan sistem kotak kosong dalam demokrasi patut diteliti keefektivitasnya. Hal menarik juga dijelaskan oleh Yusup apabila kotak kosong yang menang dalam sebuah pemilihan.

“Saya meneliti terkait keefektifitasnya, yang menjadi menarik adalah ketika kotak kosong menang yang menjabat selama setahun adalah PJ yang tugasnya tidak boleh membuat keputusan-keputusan umum atau mendesak,” jelasnya.

Ia mengatakan ingin menggali bagaimana kebijakan pemilihan pada suatu daerah berjalan selama satu tahun.

“Menariknya setelah saya meneliti itu dan mengeluarkan skripsi ini, 2025 kemarin pemilihan kepala daerah dan presiden dipisah, nanti akan ada implikasi-implikasi baru lagi terkait putusan ini di masa yang akan mendatang,” ujarnya.

Yusup juga memaparkan dampak dari kotak kosong pada sebuah pemilihan adalah akan menimbulkan dilema secara konstitusional.

“Implikasi ini menimbulkan dilema konstitusional antara prinsip efektivitas pemerintahan dengan prinsip keadilan substantif bagi kepala daerah yang terpilih secara sah,” tuturnya.

Dalam proses menyusun skripsi, Yusup juga menjalani beberapa kegiatan lain yang justru membuat dirinya sempat tertekan pada beberapa waktu.

“Selama skripsi aku tertekan, 2 minggu sebelum sidang aku ditugaskan kementerian untuk berkeliling Jateng guna sosialisasi literasi. Setiap hari aku bawa laptop di trevel, di bis, hotel, dan warung,” tuturnya.

Selain itu, Yusuf aktif dalam kegiatan lain, seperti komunitas debat, ia belajar lebih banyak dan menghabiskan waktu di komunitas debat.

“Saya ikut komunitas yang berkaitan dengan komunitas belajar dan debat. Waktu saya dihabiskan disana,” ujarnya.

Selama aktif di komunitas, Yusup merasa bersyukur karena dapat berkontribusi dengan menghasilkan berbagai prestasi.

“Alhamdulillah saya jadi Direktur Eksekutif. Kami mencetak rekor dalam 1 tahun bisa menghasilkan 17 piala untuk lomba debat dan esai di tingkat regional dan nasional,” ucapnya.

Ia juga merasa bangga karena bisa bersaing dengan universitas terkemuka lainnya.

“Saya cukup bangga karena kita bisa bersaing dengan universitas top 10, bahkan top 3 seperti UI dan UGM,” tutupnya.

Ia mengaku sempat ingin menunda wisuda karena orang tuanya berhalangan hadir.

“Dua bulan lalu saya mengabari orang tua kalau wisuda bulan Agustus, ternyata orang tua tidak bisa datang. Sempat kepikiran mundur jadi November atau 2026 karena merasa tidak ada motivasi,” imbuhnya.

Menurutnya kegagalan tidak bisa menjadi penghalang untuk terus berjuang.

“Saya melihat kalau aku gugur bukan berarti aku mundur, tapi itu pertanda kalau aku lagi tumbuh,” titahnya.

Reporter: Ragil Alfiyyah
Editor: Moehammad Alfarizy

Lima Cabang Lomba Baru Siap Dilombakan di Orsenik 2019
UIN Walisongo Resmi Lepas 828 Wisudawan Periode Agustus
Civitas Academica Tetap Bayar 50%, Begini Tanggapan Mahasiswa dan Kepala Planetarium
Pentingnya Melek Literasi dalam Sumber Referensi
Pentingnya Kontribusi dan Prestasi Bagi Penerima Beasiswa KIP-K Menurut Ketua PDKN Jateng
TAGGED:fsh uin walisongouin walisongowisuda ke-97wisuda uin walisongowisudawan terbaik fshyusup febrian
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Harlah ke-38, KSK Wadas Gelar Pentas Musik

Redaksi SKM Amanat
25 November 2017
Rayakan Idul Adha, UIN Walisongo Kurban Tujuh Ekor Sapi dan Lima Ekor Kambing
Saat Buku yang Kita Beli Tak Lagi Terbaca
Memaknai Hari Sumpah Pemuda ala Mahasiswa UIN Walisongo
Berbekal Pengalaman Nyantri, Tim FSH Dapatkan Medali Emas Lomba Presentasi Makalah
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yusuf Febrian Sabet Wisudawan Terbaik FSH Setelah Teliti Fenomena Kotak Kosong pada Pilkada 2024
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Yusuf Febrian Sabet Wisudawan Terbaik FSH Setelah Teliti Fenomena Kotak Kosong pada Pilkada 2024
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?