
Amanat.id- Aparat kepolisian kembali menembakan gas air mata kepada massa aksi yang sempat berkumpul di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (30/8/2025).
Massa aksi kembali berkumpul di depan Mapolda Jateng pukul 02.49 dini hari untuk meminta kepolisian melepaskan massa aksi yang ditangkap.
Namun, situasi kembali tidak kondusif, pihak kepolisian menekan massa aksi dan kembali menembakan gas air mata. Tim SKM Amanat yang turut menunggu salah satu anggota yang ditangkap kepolisian pun mengamankan diri ke arah Masjid Baiturrahman Simpang Lima.
Polisi mengejar massa aksi dan menembakan gas air mata hingga ke lingkungan Masjid Baiturrahman. Asap perlahan mulai memenuhi halaman masjid.
Beberapa orang di dalam masjid yang sedang singgah dan beristirahat ikut merasakan dampak dari gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian.
Salah satu pengunjung, Rika (bukan nama sebenarnya) yang saat itu tengah beristirahat merasa kaget dengan adanya asap yang masuk hingga ke dalam masjid.
“Saya lagi tidur di sana, tiba-tiba ada asap. Langsung kebangun matanya perih, batuk-batuk,” jelasnya saat diwawancarai, Jumat (29/8).

Ia menceritakan sebelumnya juga pernah terdampak dari gas air mata.
“Kemarin saya turun dari BRT karena ngga bisa ke sini, akhirnya saya turun di Muggasari. Itu juga malah ditembaki gas air mata. Akhirnya saya masuk ke mall yang di Jalan Pahlawan,” jelasnya.
Meskipun gas air mata ditembakkan kepada massa aksi, ia mengaku asapnya ikut tersebar hingga masuk ke dalam masjid.
“Tetap kena asapnya meskipun nembaknya bukan ke sini,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Muhammad merasakan sesak dan perih ketika gas air mata mulai masuk ke halaman Masjid Baiturrahman.
“Rasanya perih dan sesak,” ujarnya.
Ia menyayangkan tindakan penembakan gas air mata yang masuk ke ruang publik.
“Cukup menyayangkan karena masjid kan ruang publik. Ada banyak masyarakat yang tidak ikut demonstrasi tapi juga kena,” tuturnya.
Menurut Muhamad penembakan gas air mata tidak bisa dilakukan sembarangan.
“Kalau menembakkan gas air mata bisa lihat kondisi dulu tidak langsung sembarangan di satu tempat, apalagi kan ini masjid,” tutupnya.
Reporter: Moehammad Alfarizy


