By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Monkey D. Luffy dan Visi Mahasiswa yang Entah Bagaimana
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber illustrasi: mvl.wikia.com
Opini

Monkey D. Luffy dan Visi Mahasiswa yang Entah Bagaimana

Last updated: 5 November 2020 5:00 pm
Ilham Munif
Published: 5 November 2020
Share
SHARE
Sumber illustrasi: mvl.wikia.com

Belakangan ini, kritik tajam terhadap mahasiswa semakin banyak terdengar. Kritik itu lebih mengarah kepada gugatannya terhadap karakter mahasiswa yang dinilai lemah dan tak memiliki prinsip. Mahasiswa hari ini, dianggap tak punya visi dan sejumlah agenda besar di masa depan.

“Berbanding terbalik dengan mahasiswa masa lampau,” katanya.

Justifikasi tersebut, sulit kita benarkan di satu sisi, dan berat kita sangkal di sisi lain. Karena, jika melihat fakta yang terjadi, gaya hidup mahasiswa yang mengarah ke perilaku konsumerisme dan apatisme terus meninggi.

Luffy dan generasi lemah

Penulis kemudian teringat dengan serial anime One Piece yang ditulis oleh Eichiro Oda sejak 1997 hingga hari ini. Dalam karakter utama yang digambarkan sang penulis, Monkey D. Luffy seolah menjadi representasi cita-cita seorang pemuda.

Luffy tak memiliki banyak pengalaman, tak kuat, sendiri, dan hanya memiliki sebuah semangat serta keberanian mengarungi lautan. Alasan kuat yang mendorong dirinya bergerak yakni, cita-citanya menjadi seorang raja bajak laut di dunia One Piece.

Pulau demi pulau, Luffy singgahi. Sejumlah pengalaman, teman, dan kematangan mental kemudian terus tumbuh dalam setiap perjalanannya. Luffy dengan visi dan agenda besarnya seolah menjadi antitesa terhadap mahasiswa hari ini, yang hanya disibukkan dengan pencarian identitas yang remeh.

Luffy adalah cita-cita mahasiswa sejati. Dalam sejarahnya, kata mahasiswa telah menggantikan sebutan pemuda sebagai unsur penting dalam gerakan sosial kemasyarakatan. Mahasiswa kemudian disandangkan dengan banyak predikat membanggakan atas prestasi yang pernah ditorehkan dalam sejarah kehidupan bangsa.

Sebut saja misalnya, mahasiswa sang penjaga nilai (guide of value), agen sosial dan agen control, iron stock, dan agen perubahan. Dalam setiap predikat yang disandangkan tersebut, terdapat tanggung jawab yang tak bisa dilupakan meskipun tak pernah diminta.

Masuk ke relung kegelisahan

Problem yang sering menimpa mahasiswa hari ini yakni, suka berada di zona nyaman. Sementara, hidup seolah hanya cukup dengan rutin berangkat kuliah, tanpa dibarengi dengan kesadaran peningkatan intelektualitas dan skill. Baru ketika, seorang mahasiswa duduk di semester 7, kegelisahan mulai tumbuh. Namun, bukan kegelisahan epistemis, melainkan gelisah terus meminta uang orang tua, gelisah mencari sampingan kerja, gelisah seusai lulus akan kemana.

Pertanyaan yang sampai hari ini belum terjawab adalah mengapa kemudian, mahasiswa tak memilih keluar dari zona nyaman lebih dini, dan masuk ke ruang kegelisahan yang lebih bermakna?

Penulis: Ilham Munif

Apalagi Setelah Pesta Ketidaktahuan Diri?
Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Gaya Hidup
7 Tips Menjadi Mahasiswa Multilingual
7 Tips Hemat Budget Makanan untuk Anak Kos
Dilematis Ekspektasi Keadilan dan Realitas Hukum
TAGGED:mahasiswamonkey d luffyone piece
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Teknologi

4 Tips Ampuh Terhindar Cyber Crime

Fajar Bahruddin Achmad
13 Mei 2018
PPM Didiskualifikasi dan Dapat Pengurangan Suara di Pemilwa UIN Walisongo
Implementasi Sifat Rasulullah guna Raih Integritas dan Sinergitas
3 Cara Merawat Alam Menurut Johan Arifin
Arti Saka Guru pada Masjid Demak
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Monkey D. Luffy dan Visi Mahasiswa yang Entah Bagaimana
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Monkey D. Luffy dan Visi Mahasiswa yang Entah Bagaimana
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?