Angin dan Angan

1 Min Read
Ilustrasi seorang lelaki tengah menatap rembulan (pixabay.com)
Angin dan Angan, Puisi angin dan angan, Sastra Soeket Teki, Puisi Amanat, SKM Amanat, Puisi Soeket Teki
Ilustrasi seorang lelaki tengah menatap rembulan (pixabay.com)

Secercah Senyum nan senandung membekas di pikirku,
Membuatku gila membendung rindu
Dalam pejamku, terlintas canda tawamu,
Membuat raga ini bergejolak ingin berjumpa

Sejuknya embun menggambarkan dirimu,
Hangatnya matahari bagaikan sentuhanmu
Tubuh membeku seolah tak yakin akan pernyataan itu,
Janji manis menari ditelingaku

Akal nan pikirku tak senada,
Seolah tak kuasa berjalan sama,
Tuhan apalah arti sebuah rasa,
Bila berujung luka lara

Ku titipkan dunia kelamku pada angin,
Ku hanyutkan lukaku pada air,
Resah hati tak lagi ada,
Seolah suka dan duka mulai bisa bertegur sapa

Semarang, Juni 2024
Nurjannah (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article