Lahirkan Hujan

1 Min Read
Sumber: normantis.com
Sumber: normantis.com

Di balik senda guraumu
Ada kemarau yang telah lama membisu
Angin berselimut debu
Menyapu sepanjang jalanmu yang biru

Sadarkah kau akan musim hatimu?
Atau sengajakah kau menutupi gersang,
dengan senandung tawamu yang merdu?
Kau memang makhluk rapuh
Yang gemar berpura-pura kukuh

Kemarau yang kering kerontang
Memanggilmu untuk segera pulang
Ia yang sudah lama kau tinggalkan
Menunggumu untuk segera melahirkan hujan

Pulanglah!
Hujani tanah-tanah keringmu dengan air mata
Hingga di mana ada rapuh,
di situ ada tumbuh

 

Oleh: Yuli Melinia

Share This Article