
Amanat.id- Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan tantangan ekonomi yang sempat membuatnya ragu melanjutkan pendidikan, mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi, Aisyah berhasil menjadi wisudawan terbaik Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dengan IPK 3,98 pada wisuda sarjana ke-100 yang digelar di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (23/5/2026).
Wisudawan asal Lumajang tersebut berhasil menerbitkan artikel di Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Index (SINTA) 2 dengan judul “Di balik Kecanduan Media Sosial pada Remaja: Pengaruh Stres Akademik dan Kecemasan Sosial dengan Regulasi Emosi sebagai Mediator” sebagai syarat pengganti skripsi.
Alasan Aisyah mengambil judul penelitian tersebut karena penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menggangu aktivitas belajar.
“Alasan saya menggunakan kecanduan media sosial adalah karena penggunaan yang berlebihan pada remaja dapat menggangu aktivitas dan belajar mereka,” ujarnya.
Aisyah mengaku sejak awal kuliah memang telah memiliki target untuk menjadi wisudawan terbaik.
“Saya menyelesaikan SMA cuma dua tahun, kuliah ya harus ada peningkatan. Jadi dari awal semester saya sudah memutuskan bahwa saya ingin menjadi wisudawan terbaik,” jelasnya.
Ia menuturkan sejak semester 4 dirinya telah termotivasi untuk mengambil tugas akhir artikel dengan dukungan kampus.
“Di semester 4 sudah diwanti-wanti untuk mengambil tugas akhir artikel, dimotivasi lah biar mau, hingga akhirnya saya mau dan pihak kampus mengusahakan dan membantu proses itu,” tuturnya.
Belum selesainya sistem kebijakan lulus tanpa skripsi di FPK menjadi tantangan yang sempat membuatnya ragu untuk melangkah maju.
“Tantangan pasti ada, misalnya dulu di FPK ini sistem terkait lulus tanpa skripsi itu masih belum selesai. Akhirnya saya belum bisa berani buat maju karena belum beres terkait kebijakannya,” katanya.
Perjalanan kuliah Aisyah juga diwarnai dengan tantangan ekonomi karena kondisi keuangan keluarga yang tidak sebanding dengan biaya kuliah.
”Sebelum kuliah saya sempat bingung karena pendapatan orang tua tidak sebanding dengan biaya kuliah yang harus saya jalani,” jelasnya.
Hingga akhirnya ia dapat melanjutkan pendidikan melalui bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Alhamdulillah saya bisa melanjutkan perjalanan ke UIN Walisongo Semarang, berkat bantuan KIP-K,” katanya.
Selain aktif di bidang akademik, Aisyah turut aktif dalam berbagai kegiatan lain selama kuliah.
“Dulu juga sering diajak ikut penelitian dosen sebagai asisten peneliti. Selain itu, saya juga ikut volunteer peer counselor, pernah magang di bidang klinis, sampai di bidang Psikologi Industri dan Organisasi,” paparnya.
Dalam mengatur berbagai aktivitas tersebut, Aisyah membagikan tips agar seluruh tanggung jawab tetap berjalan seimbang.
“Untuk manajemen waktu, sebenarnya setiap hari kita harus punya plan to do list, jadi harus tau apa yang harus saya lakukan hari ini, juga usahakan mencicil tugas dari jauh hari daripada mengerjakan mepet deadline,” jelasnya.
Aisyah berharap dapat melanjutkan pendidikan profesi psikolog serta dapat menerapkan ilmu yang dipelajarinya.
“Harapannya saya bisa lanjut profesi psikolog agar dapat menerapkan dan membagikan ilmu yang saya pelajari kepada lingkungan dan masyarakat,” harapnya.
Ia turut berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dan memanfaatkan peluang yang ada.
“Buat teman-teman yang sedang menjalani kuliah, tetap semangat dan fokus pada prosesnya, ambil peluang yang kamu butuhkan,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rafiuddin Izza
Editor: Romaito


