Pukul Setengah Sembilan

1 Min Read
bbc.com
bbc.com

Pukul setengah sembilan
Mewakili angin, batinku luluh
Segala hitam dan kengerian, terbang terbayang
Keluar dari cerobong-cerobong kehidupan
Meliuk, menembus tabir transparan

Kesejukan pagi mulai dilukis
oleh perpaduan muram dan air mata yang menguap
Menciptakan mendung tanpa air hujan

Tak ada yang mendengar aku berteriak
Mengutuk dan bergidik
Kucoba acuh, makin sesak
Suaranya kalah oleh bisik-bisik
Oleh derung kanan kiri

Semarang, 2019

Mohammad Azzam Ashari, mahasiswa asal Kendal. Lurah kampoeng sastra Soeket Teki

Share This Article
Follow:
Diam diam diam bicara