
Bayangan hitam membelenggu, menghantui pikiran
Jalinan merah yang mengikat atma
Terpaku dalam ketiadaan
Tak bisa beranjak, menjauh dalam kesendirian
Seberkas nur memudar sirna
Arunika yang Ku genggam, terlepas begitu saja
Meninggalkan jiwa yang terbelenggu
Merenggang, lalu sirna dari jangkauan
Aksara tak lagi terucap
Membisu dalam tatapan tajam
Lara menusuk kalbu,
Berdiri pasi dalam nestapa
Segalanya hampa dan sirna dalam renjana yang karam
Fadhil Fatin Ramadhan (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

