
Amanat.id- Lokasi Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo semula bertempat di Auditorium dan Gedung Serba Guna (GSG) berpindah ke Lapangan Utama, Kamis (20/8/2026).
Ketua Pelaksana PBAK 2026, Dzikri Hanif Salim mengkonfirmasi adanya perubahan tempat expo.
“Perubahan venue memang hasil dari evaluasi kami pada hari pertama PBAK jika audit dan GSG tidak cukup memadai,” tuturnya.
Pihaknya juga mengklaim telah berkoordinasi dengan seluruh UKM dan UKK untuk melakukan mapping di kedua tempat.
“Hasil dari mapping di kedua tempat membuat kami memutuskan untuk memindahkan venue ke lapangan utama. Mungkin ada dari beberapa UKM yang tidak hadir pada waktu rapat sehingga tidak tahu,” ujarnya.
Dzikri mengatakan informasi perubahan tidak disebarkan secara general, melainkan memberitahu kepada para Ketua UKM dan UKK.
“Perubahan ini hanya memberitahukan kepada para ketua saja, bukan untuk umum. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan pergesekan,” terangnya.
Dzikri menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia perihal pengkondisian maba saat perubahan lokasi expo.
“Kami telah berkomunikasi dengan keamanan pihak panitia dan rasimen mahasiswa untuk pengondisian mahasiswa baru,” tambahnya.
Menurut Dzikri, kurangnya ketertiban dari berlangsungnya acara adalah bagian dari risiko kegiatan PBAK UIN Walisongo 2026.
“Kurangnya ketertiban dalam acara merupakan bagian dari risiko pelaksanaan event besar di UIN Walisongo,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Provos UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), Syarif Hidayatullah mengaku mendapatkan informasi perubahan lokasi secara mendadak.
“Saya kaget karena perubahan tempat terlalu mendadak, rundownnya juga kurang jelas,” katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya harus mempersiapkan konsep kembali.
“Konsep yang sudah kami tata harus dirombak karena menyesuaikan tempatnya yang berubah,” titahnya.
Syarif mengaku heran dengan alasan panitia terkait pemindahan lokasi expo karena kapasitas ruangan yang kurang memadai.
“Sudah tanyakan alasan pemindahan lokasi ke panitia, katanya tempatnya tidak muat. Lha kok bisa tidak muat, angkatan saya saja yang jumlahnya sekitar 6.000 masih bisa ditampung di Audit,” tegasnya.
Menurutnya, pihak panitia tidak mengevaluasi pengalaman kegiatan PBAK tahun sebelumnya.
“Dari pihak panitia seperti tidak mengevaluasi dari tahun sebelumnya, kasihan maba juga harus kepanasan di lapangan. Kalau di GSG dan auditorium meskipun sumpek setidaknya lebih teduh dan tidak terlalu panas,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan tempat expo tersebut kurang efesien dan tidak mempertimbangkan kondisi maba.
“Menurut saya perubahan ini kurang efisien, apalagi kalau sudah jam sembilan ke atas kondisi lapangan sudah memanas. Maba juga akhirnya mencari tempat untuk berteduh,” jelasnya.
Ia menilai perubahan lokasi tersebut membuat audiens tidak fokus dengan penampilan expo.
“Di lapangan maba jadi kepanasan dan tidak fokus dengan penampilan expo, dari kami juga kurang maksimal karena perubahan tersebut,” sambungnya.
Senada dengan Syarif, Ketua UKM Pagar Nusa, Rifqi Fadhilla Alaammusyaffa’ membenarkan bahwa infomasi perubahan tempat dilakukan mendadak.
“Persoalan perubahan tempat memang bisa dibilang mendadak. Tapi melihat kondisi seperti ini, kita juga harus bisa memahami kondisi antara panitia dan UKM,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa perubahan tempat tersebut disepakati setelah jumlah perhitungan maba ditetapkan.
“Jumlah pasti mahasiswa baru itu H-1 PBAK, jadi setalah H+1 panitia evaluasi, kemudian disepakati lapangan karena GSG dan Auditorium tidak cukup,” jelasnya.
Ketua UKK Pramuka, Muhammad Zaki Munif mengatakan jika perubahan tempat mendadak berpengaruh pada penampilan expo.
“Menurut saya perubahan ini sangat mendadak, hal ini otomatis sangat berpengaruh pada penampilan kami,” ucapnya.
Ia berpendapat keputusan perubahan lokasi yang dilakukan memiliki kelebihan dan kekurangan.
“Dari perubahan ini pasti ada plus minusnya. Plusnya semua fakultas dapat berkumpul dan menyaksikan penampilan expo, minusnya penampilan UKM kurang diperhatikan oleh para maba,” imbuhnya.
Pihaknya berharap kegiatan PBAK berikutnya para panitia bisa berkoordinasi secara terbuka.
“Intinya jangan lupa untuk tetap berkomunikasi dan berkolaborasi antar pihak kampus dengan panitia supaya tidak terjadi hal-hal di luar kendali,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Dawud Khairudin
Editor: Dinda Alfiani


