
Amanat.id- Mahasiswi Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Warda Rida Lailatul Mukarromah meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dengan indeks prestasi kumulatif 3.96 pada wisuda ke-99 di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/2/2026).
Warda menyelesaikan studi sarjananya hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan tugas akhir berupa jurnal SINTA 3 berjudul “Kajian Nilai-Nilai Bimbingan Konseling Pranikah dalam Buku ‘Wonderful Journey for a Marriage‘ karya Cahyadi Takariawan”.
Selama proses pengerjaan tugas akhir, ia mengaku mendapat kendala saat pengajuan judul.
“Dalam pengerjaan tugas akhir itu pasti ada hambatan. Tantangan terbesar waktu itu adalah judul yang beberapa kali ditolak oleh dosen pembimbing,” ujarnya.
Meski sempat terkendala, Warda tidak putus asa. Dukungan lingkungan sekitar menjadi kunci keberhasilannya merampungkan studi lebih cepat.
“Berkat semangat orang tua dan dukungan teman, saya berhasil menyelesaikan tugas akhir sebelum KKN, sehingga bisa lebih fokus saat pengabdian,” tuturnya.
Selain prestasi akademiknya, Warda dikenal aktif mengikuti berbagai organisasi baik di lingkup kampus maupun diluar kampus.
“Selama kuliah saya aktif di beberapa organisasi. Mulai dari ketua IPPNU di desa saya, sekretaris di ORMAWA, aktivis organisasi ekstra kampus sampai menjadi relawan kesejahteraan sosial,” ucapnya.
Di sela kesibukan kuliah dan organisasi, ia juga pernah bekerja sebagai kasir dan magang di lembaga amil zakat yang menjadi pemberi beasiswa hingga ia lulus.
”Kesibukan kuliah dan organisasi tidak menghalangi saya untuk mencari pengalaman kerja, mulai dari menjadi kasir hingga magang di lembaga penyalur zakat. Lembaga tersebut juga merupakan donatur beasiswa yang membiayai kuliah saya sampai meraih gelar,” jelasnya.
Warda menjelaskan strategi manajemen waktu menjalani perkuliahan.
”Pertama, saya selalu menyusun strategi sebelum memulai semester, jadi tentukan hal apa aja yang akan aku capai. Kedua ketika ada hal yang bertabrakan aku prioritaskan yang paling penting, seperti kuliah,” ceritanya.
Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya agar tidak takut aktif dan berproses selama kuliah.
“Aku berharap teman-teman mahasiswa tidak ragu untuk berorganisasi dan mencoba banyak hal. Selama kita punya target, niat yang lurus, dan tetap menjadikan kuliah sebagai prioritas, insyaallah semuanya bisa dijalani dengan baik,” tutupnya.
Reporter: David Setiawan
Editor: Irbah Fatin


