
Amanat.id– Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang dan mendoakan 6 mahasiwa KKN yang tenggelam di Sungai Getas, Kendal, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Landmark UIN Walisongo Semarang tersebut diawali dengan sholat ghaib, doa bersama, dan tabur bunga serta menyalakan lilin.
Ketua DEMA UIN Walisongo, M. Mu’tasim Billah mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud solidaritas sesama mahasiswa.
“Kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas kita yang sama-sama menimba ilmu di almamater yang sama yaitu UIN Walisongo,” katanya.
Ia menambahkan bahwa acara ini merupakan arahan dari Rektor UIN Walisongo.
“Acara ini juga merupakan arahan dari rektor. Beliau belum bisa hadir karena sedang melayat ke rumah duka di Jepara. Juga WR 1, WR 2, WR 3 yang sedang melayat ke rumah duka yang lain,” ujarnya.
Tasim juga berterima kasih kepada para peserta yang telah hadir pada acara aksi solidaritas malam hari ini.
“Saya berterimakasih kepada kawan-kawan yang hari ini berpartisipasi pada acara solidaritas untuk mendoakan dan mengenang dari kawan-kawan kita yang menjadi syuhada dalam perjuangan pengabdian di Desa Getas,” ungkapnya.
Ia berharap dengan terselenggaranya acara ini, mahasiswa bisa terus mengingat bakti darma yang dilakukan oleh korban tragedi.
“Dari terselenggaranya acara ini saya berharap kepada kawan mahasiswa untuk selalu mengingat bakti darma dari korban sebagai bentuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat” tegasnya.
Kooordinator Lapangan (KORLAP) aksi solidaritas, Affandi mengatakan bahwa acaranya sempat terdapat sedikit kendala yang membuat acaranya mundur dari rundown awal.
“Tadi memang acaranya mundur sekitar 30 menit dari jadwal yang semula jam 18.30 menjadi 19.00,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa kemunduran acara disebabkan antrian wudhu dari jamaah sholat ghaib.
“Kita menunggu lama saat hendak melaksanakan sholat ghaib, banyak yang antri pas wudhu, di situ yang membuat waktunya sedikit mundur,” tegasnya.
Affandi menegaskan walaupun terdapat sedikit kendala, acara tersebut tetap lancar dan berjalan sesuai rencana.
“Meskipun terdapat sedikit kendala, acaranya tetap berjalan lancar dan sesuai rencana awal,” tuturnya.
Salah satu peserta acara aksi solidaritas, M. Iqbal Maulana mengungkapkan bahwa acara ini sebagai bentuk refleksi diri.
“Adanya aksi solidaritas ini membuat saya terasa terenyuh, apalagi saya yang belum melaksanakan KKN, tidak bisa membayangkan bagaimana kalau saya berada di posisi orang terdekat dari mereka,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan empati kepada keluarga korban dan berharap semuanya diberi ketabahan.
“Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas semua yang terjadi, semoga keluarga korban, teman dekat korban, dan semua yang bersangkutan dengan almarhum diberi ketabahan, diberi kesabaran, diberi keikhlasan, karena itu memang merupakan jalan terbaik dari tuhan,” sambungnya.
Serupa dengan Iqbal, mahasiswa Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosiologi (FISIP) Mufti menyambut positif acara ini sebagai momentum untuk menyampaikan rasa empati terhadap korban tragedi.
“Tentu kita memanfaatkan acara ini untuk turut berempati dan merasakan perasaan dari keluarga korban, perasaan dari teman satu posko yang mengalami langsung insiden ini,” ungkapnya.
Reporter: Moh. Asrori Abdul Ghofur
Editor : Ragil Alfiyyah


