Sapaan Pilu

1 Min Read
Ilustrasi seorang penari tengah menundukkan kepala (istockphoto.com)
Sapaan pilu, Puisi Sapaan pilu, Sastra Soeket Teki, Puisi Soeket Teki, SKM Amanat, Puisi Kepiluan
Ilustrasi seorang penari tengah menundukkan kepala (istockphoto.com)

Sepoi angin dalam gelapnya malam
Bulan enggan menampakkan diri
Malah, ingatan menusuk batin
Timbul begitu saja tanpa iba

Serpihan memori kembali menguak
Sendu kala itu menyertai
Tak tau apa maunya
Terlalu letih menjamunya

Aku benci mengakui
Namun tak kuasa kuingkari
Bersama pilu yang tak diundang
Menjauh, pergi tanpa aba-aba

Andai kau sadar
Pergimu menggoreskan luka yang dalam
Meninggalkan jejak kenangan, tersemat
Berpisah tanpa kata terucap

Mijen, Juni 2024
Dwi Khoiriyatun (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article