By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: The Night Comes for Us: Banjir Darah Manusia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Film

The Night Comes for Us: Banjir Darah Manusia

Last updated: 24 Desember 2019 12:17 am
Mohammad Hasib
Published: 25 Maret 2019
Share
SHARE
Film The Night Come For Us (www.iradiofm.com)

Film yang digarap oleh Timo Tjahjanto ini berkisah tentang Ito (Joe Taslim) seorang anggota pembunuh bayaran elit yang dikenal dengan sebutan six seas. Kelompok itu di bawah kekuasaan Triad sebuah organisasi gangster yang bermarkas di Hongkong.

Konflik dimulai saat Ito dan rekan-rekannya melakukan pembantaian di sebuah perkampungan kecil di pesisir pantai. Hal tak terduga terjadi. Ketika hendak menembak satu gadis kecil yang tersisa, Ito justru memutar senapannya dan menembakkannya ke rekan satu tim. Tak ada yang tersisa kecuali ia dan gadis kecil itu.

Tiga tahun yang lalu Ito bersama sahabat-sabatnya, Arian (Iko Uwais), Fatih (Abimana), Boby (Zack Lee) hanya sekelompok penyelundup di pelabuhan. Tapi karena kekacauan yang dibuat Boby membuat Ito dan Arian harus masuk organisasi Triad.

Membelotnya Ito dari six seas membuat dirinya diburu oleh mesin pembunuh yang selama ini menjadi rekannya.
Karakter yang menonjol dalam film ini adalah Ito dan arian (Iko Uwais). Siapa yang tidak tahu mereka berdua, actor laga yang telah malang-melintang di dalam maupun luar negeri.

Pertarungan brutal

Jelas sekali dalam film ini yang sangat di tonjolkan adalah aksi yang sangat memukau dari para pemain. Aksi baku tembak, saling membunuh satu sama lain menghiasi alur dalam cerita film ini.

Salah satu adegan pertarungan apik sekaligus paling brutal terlihat saat Ito mendatangi toko daging seorang temannya, Yohan (Revaldo). Penonton mungkin akan dibikin ngilu melihat pertarungan penuh darah yang terjadi antara Ito dan tujuh algojo Yohan.

Perjumpaan saya dengan karya-karya Timo dimulai dengan Headshot (2016), yang ia produksi bersama duet mautnya, Kimo Stamboel. Keduanya dikenal sebagai “Mo Brothers.”

Menjelang akhir cerita, timo menyuguhkan aksi pertarungan paling badas antara Ito dan Arian. Ito yang ingin merubah nasibnya dengan keluar dari organisasi licik itu dan arian yang ingin memperbaiki kehidupannya dengan tetap setia dengan Triad.

Karena film ini bergenre aksi berdarah saya tidak menyarankan kepada anak-anak untuk menontonya. Tapi untuk penggemar film aksi, The night comes for us sangat cocok untuk ditonton.

Tak heran jika, film ini mendapatkan penghargaaan piala maya untuk special mention: film Indonesia berkibar di platform digital internasional. Film ini tayang perdana pada Fantastic Fest pada tanggal 22 September 2018, yang kemudian ditayangkan melalui jaringan Netflix pada tanggal 19 Oktober 2018.

The night comes for us:
Genre : action
Actor : Joe taslim, Iko uwais, Asha kenyeri Bermudez, Sunny pang
Sutradara : Timo tjahjanto
Produksi : screenplay infinite studios
Resentator: Mohammad Hasib

Bapakism, Warisan Era Orde Baru
Cerita Hidup Seorang Penipu Ulung
[Resensi Film] Memori Kelam Penari Lengger Lanang
Kim Ji Young Born 1982, Adaptasi Novel yang Menuai Kontroversi
Kebebasan Absolut dalam Nihilisme Joker
TAGGED:film indonesiafilm the night come for usresensi film
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Majalah Soeket Teki SKM Amanat Edisi 8
Soeket Teki

Majalah Soeket Teki SKM Amanat Edisi 8

Redaksi SKM Amanat
8 April 2024
2.571 Camaba Berebut Kursi Masuk UIN Walisongo Lewat UJM
Nizar Ali Iingatkan Ijazah dan Gelar sebagai Amanah Perubahan
Cegah Infeksi WannaCry, Perpustakaan Pusat UIN Walisongo Tutup Sementara
Minimnya Sensitivitas Jadi Alasan Buruknya Komunikasi Pemerintah Menurut Dosen Kebijakan Publik UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: The Night Comes for Us: Banjir Darah Manusia
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: The Night Comes for Us: Banjir Darah Manusia
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?