Gemar Menulis Antarkan Ahmad Nizar Zuhdi Tembus Sinta 2 tanpa Skripsi

Mahasiswa Prodi PBI, Ahmad Nizar Zuhdi meraih predikat tugas akhir terbaik dengan publikasi jurnal Sinta 2 berkat kegemarannya menulis sejak di bangku SMA

5 Min Read
Wisudawan predikat tugas akhir terbaik UIN Walisongo, Ahmad Nizar Zuhdi berpose dengan ijazahnya, Sabtu (7/11/2026).(Dok.Istimewa).
Ahmad Nizar Zuhdi, Wisuda UIN Walisongo, Wisuda Periode November, Wisuda ke-102, UIN Walisongo
Wisudawan predikat tugas akhir terbaik UIN Walisongo, Ahmad Nizar Zuhdi berpose dengan ijazahnya, Sabtu (7/11/2026). (Dok.Istimewa).

Amanat.id- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Ahmad Nizar Zuhdi Al-Hakimi berhasil menjadi wisudawan peraih predikat tugas akhir Terbaik pada wisuda sarjana ke-102 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang digelar di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).

Karya Tulis Ilmiah yang membawanya meraih predikat tugas akhir terbaik berjudul “Pedagogical Pathways to Sustainability in ELT: A Systematic Literature Review and Bibliometric Mapping of Eco-ELT Research (2015–2025), yang terbit di Journal on English as a Foreign Language (JEFL)” dengan memetakan dan mengkaji berbagai penelitian isu lingkungan yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Menurut Nizar, salah satu bentuk implementasi penelitiannya yaitu siswa tidak hanya terampil berbahasa, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.

“Contoh paling sederhana bentuk kaitan aspek lingkungan dengan pendidikan yaitu siswa membawa tumbler sebagai bentuk menjaga alam,” ujarnya.

Bagi Nizar, penelitian yang dilakukannya relevan dengan visi UIN Walisongo yaitu Unity of Science.

“Kajian penelitian saya relevan dengan visi universitas, yaitu mengembangkan keilmuan Islam dan pendidikan dengan mengintegrasikan pengetahuan ekoteologi,” titahnya.

Nizar mengaku tidak menyangka menjadi wisudawan terbaik. Ia memastikan kabar tersebut dengan mengubungi pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo.

“Saya tidak menyangka menjadi wisudawan dengan peraih tugas akhir terbaik, karena malam sebelum wisuda baru diinfokan oleh pihak LP2M. Lalu saya konfirmasikan lagi dengan dosen pembimbing saya,” katanya.

Dibalik pencapaiannya, terdapat proses panjang yang bermula dari kebiasaan menulis sejak Sekolah Menengah Atas.

“Kebiasaan menulis saya dimulai sejak menimba ilmu di Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto dengan bergabung di komunitas Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), esai, dan lembaga penelitian sekolah. Saya juga aktif mengikuti berbagai macam lomba,” titahnya.

Nizar melanjutkan kebiasaan menulis tersebut berlanjut hingga bangku kuliah.

“Sejak semester pertama, saya mengikuti lomba paper ilmiah di Universitas Airlangga dan tembus final, padahal lawannya mahasiswa S2. Saya juga menjadi finalis Airlangga International Conference, juara I kategori Desain Poster Ilmiah di PATEGON Universitas Diponegoro, Juara Favorit Desain Poster Digital di KMNU Festival Universitas Diponegoro, Juara II Nasional Paper Ilmiah FEMTARA di UIN Sunan Kalijaga,” sambungnya.

Nizar mengaku kemahirannya menulis berawal dari kesenangannya dalam membaca.

“Kalau mau mahir menulis, tipsnya banyak membaca. Perlu ditumbuhkan minat literasi. Dari bacaan itulah, ide dan topik yang tampak biasa bisa terlihat menarik untuk diteliti,” tuturnya.

Dengan latar belakang orang tua sebagai tenaga pendidik, ia masuk dunia pendidikan dengan harapan untuk mengabdi dan mencari ilmu.

“Saat pendaftaran kuliah, saya berniat untuk mengambil politik, komunikasi atau lebih ke sosial. Tapi karena ayah saya dulu seorang guru, beliau menyarankan agar saya turut terjun ke dunia pendidikan,” ucapnya.

Selama berkuliah, Nizar mengisi waktu dengan berbagai kegiatan seperti berorganisasi, menjadi santri di pondok pesantren, serta bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar. Semua itu ia jalani bersamaan.

“Saya tipe yang mengalir. Aktif dalam berbagai organisasi internal dan eksternal, kegiatan mondok, bekerja serta kuliah saya maksimalkan. Kesibukan bukan beban, melainkan cara menempa diri,” titahnya.

Nizar tumbuh sebagai pribadi yang senang bergaul. Kebiasaan tersebut membuka banyak peluang, di antaranya sumber judul tugas akhir.

“Lewat KKN Nusantara Kementerian Agama pada 2025, saya bertemu relasi dari kampus lain. Sama-sama menekuni penelitian, akhirnya menjadi teman bertukar pikiran soal memilih jurnal dan menulis artikel,” katanya.

Bagi Nizar, relasi memberikan banyak manfaat untuk mendapatkan berbagai peluang.

“Banyak yang bilang, untuk apa kenalan kalau tidak ada manfaatnya. Padahal tanpa sadar, dari situlah peluang muncul,” tuturnya.

Nizar menjelaskan dalam proses perjalanan hidup haris berani mengambil risiko.

“Kita perlu berani mengambil risiko, tapi dengan tujuan yang jelas,” katanya.

Nizar bersyukur perjalanan menimba ilmunya terasa mudah berkat dukungan orang sekitarnya.

“Kalau dipikir, saya merasa selalu dimudahkan. Hal tersebut bisa terjadi berkat doa guru, teman, dan orang tua,” pungkasnya.

Reporter: Aimatan Nayla Mafaza
Editor: Azkiya Salsa Afiana

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.