
Amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan Kuliah Umum bertemakan “Wawasan Kebangsaan Mahasiswa dalam Pembangunan Nasional” di Gedung Kyai Soleh Darat Kampus 3, Kamis (20/6/2024).
Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian menjelaskan bahwa dalam menyaring sebuah informasi diperlukan wawasan kebangsaan.
“Wawasan kebangsaan sangat penting untuk menyaring informasi yang ada,” ucapnya.
Lanjutnya, sebelum republik diproklamasikan oleh Soekarno, pemuda Indonesia sudah memiliki wawasan kebangsaan yang luar biasa.
“Pada saat itu, pemuda Indonesia sudah memiliki wawasan kebangsaan yang luar biasa,” tuturnya.
Menanggapi sistem pendidikan Indonesia saat ini, Amarulla menerangkan bahwa kurang ada keserasian antara sistem Indonesia dan internasional.
“Sistem kita kadang-kadang kurang kompatibel serta kurang sinkron dengan sistem internasional,” katanya.
Sementara, sambung Amarulla, setiap harinya keilmuan semakin bertambah.
“Keilmuan makin berkembang, yang tadinya cuma pengetahuan akhirnya jadi ilmu,” ujarnya.
Menurutnya, akses internet saat ini juga sudah berkembang. Di mana, masyarakat revolusi industri 4.0 dan 5.0 terhubung dengan adanya kemudahan akses internet.
“Revolusi industri 4.0 maupun society atau masyarakat 5.0 sekarang ini semuanya serba terhubung internet,” ujarnya.
Meskipun demikian, dirinya mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak memiliki kesadaran untuk bijak dalam memilah informasi.
“Tapi kelemahannya tidak semua orang punya kemampuan menyaring informasi,” tutupnya.
Reporter: Rahmat Setiawan
Editor: Eka R.


