Nilai-Nilai Kehidupan Gus Dur

2 Min Read
Shuniyya Rubama sedang mengisi kongkow kebangsaan acara Haul Gus Dur ke-14 di Saroengan Cafe, Ngaliyan, Semarang, Minggu (18/2/2024). (Ulya/Amanat).
Gus Dur, Nilai-Nilai Kehidupan Gus Dur, Sejarah Gus Dur, Kehidupan Gus Dur, Haul Gus Dur
Shuniyya Ruhama sedang mengisi kongkow kebangsaan acara Haul Gus Dur ke-14 di Saroengan Cafe, Ngaliyan, Semarang, Minggu (18/2/2024). (Ulya/Amanat).

amanat.id- Komunitas GUSDURian Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menyelenggarakan Haul Gus Dur ke-14 di Saroengan Cafe, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (18/2/2024).

Salah satu murid Gus Dur periode terakhir, Shuniyya Ruhama menceritakan tentang sosok Gus Dur semasa hidupnya.

Shuniyya menyampaikan bahwa Gus Dur merupakan sosok yang sumeleh.

“Beliau ini orang yang sumeleh. Selalu berusaha terlebih dahulu. Kemudian berserah, apapun yang terjadi biarlah terjadi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Gus Dur juga pribadi yang gemar membantu sesama.

“Ada orang datang, apapun agamanya, apapun keperluannya, sekiranya itu mungkin Gus Dur selalu membantu,” tambahnya.

Shuniyya Ruhama menjelaskan bahwa ajaran pertama oleh Gus Dur adalah ke-tauhid-an.

“Nilai yang ditinggalkan pertama kali adalah nilai ke-tauhid-an,” tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa dengan ke-tauhid-an, seseorang tidak akan mudah menghakimi orang lain.

“Apabila kita sudah paham akan hal tersebut, maka kita tidak akan mudah untuk menghakimi seseorang,” ucapnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa manusia harus bisa menghargai perbedaan yang ada.

“Kita punya hak untuk meyakini sesuatu benar atau salah, tetapi kita harus menghormati orang lain pula untuk meyakini hal yang sama atau sebaliknya tanpa ada perselisihan,” tutupnya.

Reporter: Ulya Chusnul Chofifah

Editor: Fathur

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.