By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kesadaran Hidup dalam Ekspektasi Niskala
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Features

Kesadaran Hidup dalam Ekspektasi Niskala

Last updated: 18 Juli 2018 2:39 pm
Wiwid Saktia
Published: 25 September 2017
Share
SHARE
Penampilan Teater Wadas FDK: Potongan adegan, pasca sepeninggalan suaminya, Darmi (tengah) mengajak anaknya Marwoto (kiri) dan Siti (kanan) mangambil jalan pintas untuk merubah hidup. 
Skmamanat.com- “Ngebut Benjut” membawa para penikmat seni teater pada espektasi rupa babak belur setelah melarikan diri dari pasal pelik. Namun espektasi itu telah bebas terlebur dalam serangkaian adegan yang sama sekali tidak membenjutkan aktor dalam Pemetasan karya sutradara Shodiqul Miftakhul Hamid yang dipentaskan oleh Komunitas Seni Kampus (KSK) Wadas di Auditorium I Kampus I UIN Walisongo Semarang, Rabu (13/9).

Dalam kehidupan nyata manusia selalu ternegosiasi dengan keberadaan lawan hidup, baik dalam urusan ekonomi, percintaan maupun kegiatan sosial lain. Permasalahan terus datang kepada Darmi. Suaminya, Jarjit bermain judi dan minum-minuman keras. Hal tersebut tak selesai sampai  disitu saja, Jarjit masih terus haus dosa. Ia bermain perempuan di Wisma Temon.

Kisah hidup Darmi terus berjalan dengan bersempoyongan. Hidup memang singkat namun tidak pernah ada dalil untuk mendiferensial permasalahan dengan memangkas usaha, meskipun begitu tak ada pula dalil untuk terus berlama-lama dalam kesedihan.

Setelah suaminya meninggal ketika mabuk dan bermain judi, Darmi mengambil jalan pintas untuk melunasi hutang suaminya dengan menjual tubuhnya dan memperkerjakan anaknya menjadi pencopet serta menjual tubuh.

Dalam proses yang singkat membuat Darmi begitu sangat tenang menghadapi segala permasalahan. Seketika itu pula hidupnya benjut lantaran Marwata tertangkap basah ketika mencopet. Benjut sebenjut-benjutnya keadaan.

Diman, Penikmat teater dari Komunitas Teater Kebon Tebu (TKT) Yogyakarta mengatakan, pementasan teater ngebut benjut akan sukses apabila masuk kategori pementasan surealis. Begitu disayangkan, pada pementasan ngebut benjut harus disertai dengan kemunculan sesosok makhluk halus. 

“Dengan begitu pentas teater ngebut benjut masuk kategori semi surealis,” ungkapnya. 

Percakapan Darmi dengan makhluk halus, sehari sebelum ia, Marwoto dan Siti merubah hidup. Darmi dan Siti menjadi pelacur, sedang Marwoto menjadi pencopet di Pasar.
Cerita seru dan pentas yang menarik disajikan dengan nilai sosial yang tinggi. Pun begitu, dalam pentas itu memiliki himbauan untuk menjaga hubungan baik dengan siapapun.

Dalam diskusi, Shodiq menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam pentas ini ialah manusia sebagai makhluk sosial jangan meniru apa yang dilakukan oleh Darmi. Ia, kata Shodiq, terlalu terburu-buru mengambil langkah tanpa mempertimbangkan efek dari keputusannya.

“Ikuti alur cerita kehidupan, jangan memangkas besarnya usaha kalau tidak ingin benjut,” jelasnya.

Penulis: Wiwid Saktia N.
Sempat Dilarang Ortu, Mahasiswi Cantik Asal Pati Ini Nekat Geluti Dunia Model
Intrik Menggelitik Dunia Dhemit
Dari Bangsal Jiwa jadi Galeri Pusaka
Pementasan Teater Kiai Saridin Kritik Model Kiai Zaman Milenial
4 Fakta Menarik Menwa UIN Walisongo yang Harus Kamu Ketahui!
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Tingkatkan Kesehatan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ubah Daun Kelor Jadi Minuman Berkhasiat

Rizkyana Maghfiroh
8 November 2020
SKM Amanat Adakan Seminar Pers dan Bincang Sastra pada Harlah ke-39
Ketua Dewan Pers; Keberlanjutan Media Tanggung Jawab Bersama
Lagi, Kecelakaan Karambol Terjadi di Turunan Silayur Ngaliyan
Raungan Kepedihan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kesadaran Hidup dalam Ekspektasi Niskala
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kesadaran Hidup dalam Ekspektasi Niskala
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?