Alur yang semu

1 Min Read
Ilustrasi alur yang semu: Pixabay
Alur yang semu, puisi amanat, Soeket Teki
Ilustrasi alur yang semu: Pixabay

Berjuta bintang mengintip
Dari balik malam yang tak mampu tersibak
Indah terpancar memantul pada mata

Cukup terang,
Garis lekungan pada bibirmu tampak anggun
Akan aku kantongi segalanya

“Kemarilah!” Ucapmu
Temani aku, berkelana
Menerobos ruang waktu
berdua

Kau hanya ilusi, Puan
Isak tangismu melengking
Sadarkan aku
Pudar sudah rupamu
berkalang tanah
yang telah tujuh tahun berlalu

Jakarta, Mei 2022
Ridho Alamsyah
Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki

Share This Article