Bila Sampai Batin Ini – Puisi Hasan Tarowan

1 Min Read

 

gambar: dok. internet


bila sampai batin ini

bila sampai batin ini padamu,

terimalah ia sebagai kanak-kanak

yang rindu dekapan ibu.

sebab, cinta adalah anak kecil yang nakal

yang melarikan diri dari semua orang tua.

lalu malam akan menurunkan segala

yang dimilikinya

mengembarakanmu pada mimpi masa kanak

pada sebuauh negeri-negeri jauh

yang kau kenal sebagai legenda.

seperti denyut matamu, Nun

cintaku tak pernah selesai.

Semarang, 2017.

pahlawan pasir

kancil adalah sasakala

konon dialah hewan kecil cerdik dalam cerita rakyat

siapa tak mengenalnya, yang kerap lepas dari

pemangsa

dimana dia tinggal?

dimana dia bersembunyi?

salim, si kancil yang mati terkapar penuh luka

di leher

di kepala

di badan

membekas sabetan gergaji, dan kayu balok

sekujur tubuh memar, ditindih dengan batu

pasir dengan darah menyatu, jadi satu.

mengalir darahnya

di jalan-jalan

di spanduk-spanduk

di pertunjukan-pertunjukan

membangkitkan ingatan

perjuangan

maka sekali lagi

aku menyebut,

“kaulah, pahlawan pasir.”

Semarang, 2015.

 

HASAN TAROWAN, penyair muda kelahiran Sumenep 13 pebruari 1995. Antologi puisi tunggalnya “orang mabuk di negeri mahapetry” (2016) dan antologi bersama “sajak anak negeri” (2017). Aktif di komunitas Soeket Teki dan pengelola Komunitas sastra Silang Pertemuan Semarang. Pemilik cita-cita sederhana dan sepele: bangun pagi.

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.