
Amanat.id- Mahasiswi Jurusan Ekonomi Islam, Zefa Ega Sekarrisma berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada wisuda sarjana ke-98 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang digelar di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub, Sabtu (01/11/2025).
Ia lulus dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.89 dengan mengangkat judul “Pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja islami, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan (Studi Kasus pada CV Lestari Albasia Mandiri)”.
Zefa mengaku motivasinya menyelesaikan kuliah berasal dari ayahnya yang dahulu terkendala faktor ekonomi.
“Motivasi saya menyelesaikan kuliah dari ayah yang dahulu sempat terhambat melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya.
Zefa mengaku sempat merasa jenuh dalam menjalani studinya.
“Dulu saya pernah sempat merasa jenuh melanjutkan kuliah,” ucapnya.
Ia menambahkan dirinya memikul harapan menjadi sarjana pertama di keluarga.
“Bapak sama ibu sekolahnya cuma sampai SMP, jadi saya anak pertama sekaligus cucu pertama menjadi sarjana pertama di keluarga,” paparnya.
Ia menyayangkan di momen wisuda ini ibunya sudah tidak dapat mendampinginya.
“Agak sedih karena ibu nggak bisa hadir di momen ini,” Ujarnya.
Zefa bercerita, Ibunya meninggal karena penyakit tumor ketika di semester 3.
“Ibu meninggal karena tumor saat saya semester 3,” jelasnya.
Ia mengaku pada momen itu dirinya sedang sibuk dengan kuliah dan organisasi.
“Waktu itu saya lagi sibuk-sibuknya kuliah dan ikut organisasi,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga aktif dalam beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Ikut KSPM yang fokus pada studi pasar modal sama FORCE komunitas yang membahas isu-isu ekonomi syariah,” Ungkapnya.
Zefa mengaku dari UKM tersebut banyak menambah pengetahuanya dalam bidang akademik.
“Dari ikut organisasi itu saya banyak terbantu berkembang di bidang akademik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pernah bekerja freelance di TOEFL Scholars untuk menambah pemasukan.
“Saya juga pernah kerja freelance jadi penyebar brosur TOEFL Scholars buat nambah pemasukan,” terangnya.
Sebagai penutup, ia berpesan untuk mahasiswa agar tugas yang diberikan dosen tidak dikerjakan menggunakan chat GPT atau asal copy paste.
“Jangan kerjakan tugas dari dosen pakai ChatGPT atau asal copy paste,” tutupnya.
Reporter: Adhilni Mizaniyatul Ilmi
Editor: M. Geizka Arielta



