By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tradisi Takjil di Lingkar Sosial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelKolom

Tradisi Takjil di Lingkar Sosial

Last updated: 6 Maret 2025 9:23 pm
Hasna Nurul Afifah
Published: 6 Maret 2025
Share
SHARE
Tradisi Takjil, War Takjil, Fenomena War Takjil, Budaya War Takjil, Tradisi Bulan Ramadan
Foto dua orang perempuan sedang membeli takjil (istockphoto.com).

Datangnya Ramadan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Pasalnya, bukan hanya bahagia menyambut bulan yang penuh rahmat, tapi juga tradisi dan budaya yang menyertainya.

Tradisi yang tidak bisa dilewatkan begitu saja setiap Ramadan adalah berburu takjil. Berburu takjil identik dengan mencari bermacam makanan untuk disantap saat berbuka. Kata berburu menjadi bentuk penggambaran suasana penuh semangat dan kegembiraan ketika mencari takjil. Tradisi takjil menjadi simbol kebersamaan dan kedermawanan di berbagai lapisan masyarakat.

Tahun lalu, media sosial ramai memperbincangkan soal “war takjil”. Pasalnya, umat islam dan non-islam saling berburu takjil menjelang berbuka, bahkan umat non-islam melebihi umat islam sendiri. Mereka beramai-ramai mencuri start sejak jam tiga sore.

Gurauan war takjil ini bahkan dibicarakan oleh seorang pendeta, Marcel dalam khutbahnya, “Soal agama kita toleran, tapi soal takjil kita duluan”, yang kemudian dibalas gelak tawa jemaahnya.

Alih-alih mendapat cibiran negatif, ucapan sang pendeta dibalas oleh umat muslim dengan candaan juga. Dalam beberapa komentar menyebutkan bahwa nantinya saat paskah umat muslim akan balas menghabiskan telur paskah.

Peristiwa war takjil ini jelas mendapat respons positif dengan bertebarannya komentar lucu di dunia maya. Momen war takjil tanpa memandang status agama seolah memperlihatkan kerukunan di Indonesia.

Sejatinya, esensi takjil tidak hanya terletak pada momen berburu hidangan manis yang disajikan untuk berbuka puasa. Takjil sendiri memiliki makna yang dalam pada konteks sosial. Membeli takjil menjadi sebuah momentum pertemuan antara dua kaum yang memberikan nuansa kedamaian.

Banyak masyarakat kemudian akan dihadapi dengan fakta bahwa di sekelilingnya memang terjadi suatu diferensiasi sosial dalam ranah agama. Persis seperti yang dikatakan J.S Furnivall (1990) dalam konteks sosiologi, ciri masyarakat yang majemuk ialah terjadinya interaksi sosial persilangan (interaksi) antar berbeda agama, etnis, dan juga ras.

Dari hal sekecil dan sesederhana takjil, ternyata memiliki makna yang begitu dalam pada lingkaran sosial kita. Dari manisnya hidangan takjil, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih hangat, ramah, dan inklusif, juga menerapkan nilai persatuan dan kesatuan. Memperluas lingkaran persaudaraan dan membangun jembatan antar kelompok sosial.

Penulis: Hasna Nurul Afifah
Editor: Eka R.

Ini Alasan Mengapa Wanita Lebih Sering Menangis
Penerima LPDP Tak Wajib Pulang, Picu Fenomena Brain Drain?
Dampak Positif dan Negatif Circle Pertemanan
Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup
4 Gejala Gangguan Kesehatan Mental, Apa Saja?
TAGGED:budaya war takjilfenomena war takjiltradisi bulan ramadantradisi takjilwar takjil
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Minimnya Informasi Denah Lokasi Sebabkan Fuhum Bersholawat Sepi Peminat

Redaksi SKM Amanat
1 Desember 2019
Nur Mahmudah: 4 Indikator Keadilan dan Kesetaraan Gender
Saksi Ruang Keluarga
5 Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan Hanya dalam 5 Menit
Imbas Diizinkan Berjualan Siang Hari, Omset Pedagang Kaki Lima Turun di Acara Wisuda UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tradisi Takjil di Lingkar Sosial
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Tradisi Takjil di Lingkar Sosial
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?