
Amanat.id- Raut haru dan bahagia terpancar dari wajah Mahasiswi Program Studi (prodi) Biologi, Laya Lia Rian Afriani yang berhasil menyabet gelar wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) pada Wisuda Sarjana ke-100 di gedung Auditorium II kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Sabtu (23/5/2026).
Lewat skripsinya berjudul “Karakterisasi Dua Morfotipe Adas (Foeniculum vulgare Mill) dari Lereng Gunung Telomoyo, Kabupaten Magelang Berdasarkan Gen ITS-2″, Laya meneliti karakteristik spesies tanaman Adas asli Indonesia yang datanya belum tercantum di National Center of Biotechnology Information (NCBI).
“Di lereng Gunung Telomoyo ada beberapa jenis Adas atau Foeniculum vulgare yang ternyata belum terdata di GenBank NCBI,” ujarnya.
Melalui morfologi Adas dari lereng Gunung Telomoyo yang memiliki ciri khas, Laya terinspirasi untuk menelitinya secara genetika molekular.
“Secara morfologi berbeda, tetapi secara spesies sama dengan Adas pada umumnya. Nah, apakah genetiknya juga berbeda? Itu yang saya teliti,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa sampel tanaman yang ditelitinya diambil langsung dari Magelang kemudian diuji di laboratorium UIN Walisongo.
“Ambil sampelnya langsung di Magelang, tetapi untuk data lab diteliti di laboratorium sejak bulan November sampai Desember,” tuturnya.
Laya sempat mengalami kesulitan selama penelitian, misalnya saja saat proses isolasi DNA tanaman Adas.
“Kesulitan di penelitian molekuler itu rawan sekali dengan kontaminasi. Misalnya ketika isolasi DNA yang ditargetkan tidak berhasil diisolasi, tetapi malah mengisolasi yang lain,” katanya.
Walaupun sempat kesulitan mengolah data, perempuan asal Magelang itu bersyukur mendapat dosen pembimbing yang membantunya lulus lebih cepat.
“Kesulitannya lagi pas mengolah data ribuan nukleotida, tetapi alhamdulillah saya dapat dospem yang sangat membantu sampai bisa lulus cepat,” ucapnya.
Laya juga mengaku awalnya kurang minat di Jurusan Biologi tetapi akhirnya justru menyukai kegiatan di Laboratorium.
“Awalnya nggak mau Biologi, tapi karena sudah terlanjur jadi dijalani saja. Ternyata, aku suka di lab, bahkan pernah jadi asisten laboratorium,” paparnya.
Laya mengatakan bahwa sejak awal kuliah sudah memiliki target untuk mendapat nilai yang maksimal.
“Dari awal sudah ada target. Setiap UTS dan UAS dimaksimalkan biar dapat nilai yang mencapai standar,” tuturnya.
Selain fokus pada kegiatan akademik, Laya juga aktif di Kelompok Studi serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Saya ikut kelompok studi Botani, lalu pernah ikut UKM Ristek tetapi jarang berangkat, jadi kayak kurang mempertahankan,” ucapnya.
Bagi Laya, antara nilai akademik dan organisasi seharusnya bisa diseimbangkan walaupun terkadang terasa sulit.
“Bisa diseimbangkan walaupun itu susah. Jadi kita tahu apa yang mau dituju. Organisasi itu penting, tetapi kalau mau tetap fokus ke kuliah dulu juga boleh,” titahnya.
Laya berharap, pencapaiannya kali ini dapat menjadi awal yang lebih baik untuk rencananya melanjutkan ke jenjang S2.
“Semoga dilancarkan ke depannya karena insyaallah ingin lanjut S2, tetapi kalau bisa dengan beasiswa,” tutupnya.
Reporter: Nijam Alfatul Khasna


