By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Pencitraan atau Pengabdian Akademik
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

Pencitraan atau Pengabdian Akademik

Pengabdian dalam Tri Dharma Perguruan tinggi saat ini sudah bergeser esensinya menjadi ajang pencitraan akademik demi kepentingan pribadi semata

Last updated: 30 Juli 2026 3:00 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 30 Juli 2026
Share
SHARE
perguruan tinggi, tri dharma, tri dharma perguruan tinggi, akademik, pengabdian
Ilustrasi beberapa orang sedang mengenakan jubah dan toga perguruan tinggi. (Istockphoto.com).

Tri Dharma Perguruan Tinggi mengatur kewajiban dasar civitas akademika yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Akan tetapi, pada praktiknya pengabdian sering dikesampingkan dan hanya menjadi formalitas. Seperti pada penelitian kualitatif di Universitas Negeri Gorontalo pada tahun 2020-2024, para akademisi melakukan pengabdian hanya untuk menggugurkan kewajiban namun mengabaikan kebutuhan masyarakat.

Dosen seringkali mengutamakan publikasi ilmiah yang tak berdampak dan sekadar menjadi pencitraan. Pencitraan akademik merupakan upaya untuk menonjolkan aspek-aspek penting yang telah terbangun dalam masyarakat. Seperti prestasi yang ditandai dengan banyaknya publikasi ilmiah, estetika lingkungan kampus, hingga acara perayaan megah. Hal ini dilakukan untuk menarik minat calon mahasiswa baru, namun mengabaikan salah satu aspek penting dalam perguruan tinggi yaitu pengabdian.

Tak sedikit dosen yang melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk formalitas saja. Hanya satu kali kunjungan atau sehari pelatihan tanpa berkelanjutan. Padahal ciri khas pengabdian kepada masyarakat adalah solutif, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Terdapat perbedaan besar diantara keduanya, ketika pencitraan hanya meningkatkan minat pendaftar, pengabdian memberikan dampak terselesaikannya masalah sosial.

Motif Pencitraan

Menurut teori Research-Based Community Service, pengabdian seharusnya berasal dari penelitian yang mengelompokkan kebutuhan dan potensi lokal. Dosen seringkali tak maksimal dalam melakukan pengamatan terhadap objek pengabdian daripada objek penelitian. Mereka hanya asal membawa solusi yang tak mampu menyelesaikan masalah sosial.

Penyebab dosen melakukan pencitraan akademik adalah demi kenaikan jabatan yang akan berdampak pada gaji. Memang dalam dunia akademik, publikasi ilmiah dianggap lebih dihargai dibandingkan pengabdian kepada masyarakat yang hanya mendapat perhatian sesaat. Kurangnya evaluasi program pengabdian oleh pihak kampus semakin menambah kerusakan sistem.

Esensi ilmu untuk diamalkan mengabur ditelan realita yang tak dapat diganggu gugat. Pengabdian seharusnya dilakukan tanpa pamrih karena merupakan wujud dari berhasilnya ilmu yang didapat. Dampak keberadaan akademisi yang tak dapat dirasakan masyarakat menjadi ironi sosial yang sangat miris. Ada atau tidaknya publikasi ilmiah mereka tak mengubah kondisi masyarakat. Mirisnya mahasiswa meniru kebiasaan buruk tersebut, seperti pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan seperti pelatihan, penyuluhan, dan keterlibatan pada kegiatan masyarakat cenderung tak berkelanjutan setelah mahasiswa pulang. Kepercayaan publik pada figur akademisi pun menurun, kampus bak dunia ilmiah yang tak dapat melebur dalam realitas sosial yang penuh masalah.

Pengabdian memberi dampak bagi masyarakat, sedangkan pencitraan hanya memperkaya diri sendiri. Tri Dharma perguruan tinggi harus lengkap tak berhenti di pengajaran dan penelitian tapi juga pengabdian. Keseimbangan antara ilmu dan kontribusi nyata harus selalu digaungkan.

Penulis: Putri Natasya Islamadina

Editor: Rizki Gojali

Paradigma Terhadap Tri Dharma PT dan Unity of Sciences
Youtube dan Konten Sampah di Dalamnya
Selubung Teror dalam Wajah Negara
Gerakan New Left dan Perseteruannya dengan John Lennon
Caligula dan Kegilaannya
TAGGED:akademikpengabdianperguruan tinggitri dharmatri dharma perguruan tinggi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Foto Cakruma 2022 dan Pengurus SKM Amanat di samping Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang. Jumat, (2/9/2022). (Amanat/Imam)
Jejak Amanat

Berikut Cakruma 2022 yang Berhak Ikuti Tes Tulis dan Wawancara

Lawinda Rahmawati
8 September 2022
Hasyim Muhammad: Ramadan Memiliki Nilai Spiritual yang Tinggi
Berikut Kuota Penerima Beasiswa Bank Indonesia UIN Walisongo Tahun 2019
Perisiapan Singkat, Utusan UKM Nafilah Raih Juara Dua Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional
Majalah Soeket Teki SKM Amanat Edisi 5
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pencitraan atau Pengabdian Akademik
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Pencitraan atau Pengabdian Akademik
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?