
Kaukah bara sisa di ujung taman itu
yang dihempas gerimis menjadi abu
saat sakura sedang mekar-mekarnya.
Sejak awal pelataran taman itu tahu
bahwa di ujung lorongnya tersibak unggun api
buah berduri dari masa semi
yang tak hentinya menahan gugur bunga.
Sejak semula taman itu was-was akan angin
sebab kerap kali bersitegang dengan kicauan burung nan merdu
memakan ulat di daun-daun yang tanggal satu persatu.
Begitu panjang waktu berlalu
begitu cepat sepasang pohon berguguran
hingga habis semua sakura
tinggal batang batang yang mendongak ke angkasa.
Kesemsem, 3 Mei 2026
M. Geizka Arielta (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

