
Amanat.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo membuka kesempatan bagi calon mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi melalui jalur Mandiri Prestasi, Kamis (2/7/2026).
Kepala Unit Admisi UIN Walisongo, Sayyidatul Fadlilah mengatakan jalur tersebut memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa berprestasi untuk kuliah di UIN Walisongo.
“Jalur Mandiri Prestasi memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, seni, olahraga maupun bidang lainnya untuk melanjutkan studi di UIN Walisongo,” ujarnya saat diwawancarai tim Amanat.id di ruangannya, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan kategori prestasi yang berpeluang mendapatkan beasiswa meliputi tahfiz al-Qur’an, prestasi olahraga, seni, dan beberapa jalur kerja sama.
“Yang berpeluang mendapatkan beasiswa yaitu tahfiz al-Qur’an, prestasi olahraga, prestasi seni, dan beberapa jalur kerja sama. Namun, semuanya tetap harus lolos seleksi,” jelasnya.
Ia mencontohkan peserta dengan prestasi tahfiz al-Qur’an yang hafal 30 juz berpeluang memperoleh beasiswa melalui Jalur Mandiri Prestasi.
“Contohnya peserta tahfiz al-Qur’an bisa mengikuti jalur Mandiri Prestasi dan berkesempatan mendapatkan beasiswa jika lolos seleksi. Salah satu syaratnya misalnya hafal 30 juz,” terangnya.
Menurutnya, jalur prestasi kejuaraan mensyaratkan prestasi minimal juara 1, 2, atau 3 tingkat provinsi, sementara prestasi di bawahnya belum dapat digunakan.
“Syarat minimalnya adalah prestasi tingkat provinsi dengan juara 1, 2, atau 3. Di bawah tingkat provinsi, seperti kabupaten atau kecamatan, belum bisa digunakan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pada tahun ini UIN Walisongo membuat kebijakan baru dengan turut mengakomodasi prestasi di bidang organisasi sekolah.
“Sekarang prestasi organisasi sudah diakomodasi. Misalnya, yang pernah menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bisa mendaftar melalui Jalur Prestasi Organisasi,” imbuhnya.
Ia menegaskan peserta wajib mengunggah dokumen yang sah serta memiliki kompetensi sesuai bidang prestasi yang diajukan.
“Yang paling penting adalah kejujuran dokumen. Jangan menggunakan piagam yang tidak sah atau kompetisi yang tidak diselenggarakan oleh lembaga resmi, apalagi memanipulasi dokumen. Kami ingin peserta benar-benar memiliki kompetensi sesuai bidang yang diajukan,” tegasnya.
Terkait kuota beasiswa, ia mengatakan kuota penerima beasiswa tahun ini sekitar 50 orang.
“Untuk tahun ini kuota penerima beasiswa sekitar 50 orang. Tahun sebelumnya memang 100 orang penerima, jadi setiap tahun bisa berbeda,” katanya.
kuota beasiswa, lanjutnya, akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah dan kualitas pendaftar di setiap bidang.
“Nanti akan dilihat proporsi pendaftarnya terlebih dahulu, kemudian kuota beasiswa sebanyak 50 orang akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah dan kualitas pendaftar di masing-masing bidang,” tuturnya.
Berdasarkan informasi dari situs resmi UIN Walisongo, masa pendaftaran jalur Mandiri Prestasi tersebut akan segera ditutup pada hari Kamis, 2 Juli 2026 Pukul 23.59.
Salah satu pendaftar, Acha Maey Praditha mengaku memilih Jalur Mandiri Prestasi untuk memperjuangkan program studi impiannya melalui nilai rapor.
“Saya mendaftar melalui Jalur Mandiri Prestasi karena masih ingin memperjuangkan program studi yang saya minati dan memanfaatkan nilai yang saya capai selama tiga tahun bersekolah,” jelasnya.
Acha menerangkan ia memilih Prodi Psikologi karena memiliki ketertarikan yang besar pada perilaku manusia dan proses problem solving.
“Saya ingin masuk Prodi Psikologi karena memiliki ketertarikan yang besar pada perilaku manusia dan proses problem solving,” terangnya.
Melalui Jalur Mandiri Prestasi, Acha berharap dapat bergabung sebagai mahasiswa UIN Walisongo.
“Harapannya yang pasti, semoga di kesempatan ini saya bisa menjadi bagian dari UIN Walisongo, bisa belajar dan mencari banyak pengalaman,” pungkasnya.
Reporter: Romaito


