
Amanat.id- Berbekal ketekunan menjalani perkuliahan dan berbagai kegiatan di luar kampus, Erlina Eka Wati berhasil meraih predikat wisudawati terbaik Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.92 pada Wisuda ke-102 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).
Erlina mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Intensitas Prokrastinasi Akademik terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Limbangan”. Pemilihan judul tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap kebiasaan siswa yang kerap menunda pengerjaan tugas.
“Dari kenyataan yang saya jumpai, banyak sekali siswa sering menunda tugas. Dari situ, saya ingin mengetahui apakah ada pengaruhnya terhadap hasil belajar PAI dan Budi Pekerti. Sebab, penelitian mengenai prokrastinasi akademik biasanya lebih banyak dilakukan pada mata pelajaran umum, seperti matematika,” jelasnya.
Dalam penelitiannya, Erlina menggunakan metode kuantitatif dengan teknik proportionate stratified random sampling melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas XI.
“Metodenya kuantitatif, menggunakan kuesioner atau angket. Pengambilan sampelnya menggunakan proportionate stratified random sampling. Angket dibagikan ke delapan kelas dengan jumlah responden yang disesuaikan menggunakan rumus Slovin,” ujarnya.
Selain berfokus pada akademik, ia juga aktif mengikuti organisasi dengan bergabung dalam Walisongo English Club (WEC) dan Nafilah sejak semester pertama.
“Waktu semester satu, saya mengikuti dua UKM, yaitu Nafilah dan English Club. Namun, karena jadwal kegiatannya bersamaan, akhirnya saya memilih untuk lebih mendalami Nafilah,” katanya.
Di luar kampus, Erlina turut aktif di berbagai organisasi di lingkungan rumahnya.
“Di luar kampus saya mengikuti Karang Taruna, organisasi remaja tingkat RT, dan komunitas belajar Samar Majlis. Kegiatannya seperti relawan, mengajar anak-anak secara gratis setiap hari Minggu. Sudah hampir tiga tahun, tetapi sekarang tidak terlalu rutin karena para tentornya juga mulai sibuk,” tuturnya.
Di samping aktivitas organisasi dan kerelawanan, ia juga memperoleh Beasiswa Bank Indonesia pada semester lima setelah beberapa kali mengalami penolakan.
“Saya sudah mencoba mendaftar berbagai beasiswa sejak semester pertama, tetapi beberapa kali ditolak. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan beasiswa Bank Indonesia. Bagi saya, beasiswa tersebut sangat berarti karena turut membantu perekonomian,” jelasnya.
Selama menyelesaikan tugas akhir, ia mengaku sempat mengalami kendala seperti kesulitan membagi waktu dan penyusunan kuisioner.
“Tantangan terbesar saat bimbingan adalah membagi waktu dengan dosen. Saya harus menempuh perjalanan satu jam setengah dari rumah menggunakan BRT. Jadi, ketika dosen tiba-tiba meminta bimbingan, saya harus menyesuaikan waktu perjalanan. Selain itu, penyusunan kuesioner juga beberapa kali mengalami revisi,” paparnya.
Lanjutnya, kondisi tersebut terkadang membuatnya harus bergegas menuju kampus agar tidak terlambat mengikuti perkuliahan.
“Pernah satu kali saya terlambat ngampus karena informasi mendadak. Jadi, ketika ada pemberitahuan seperti itu, saya harus segera berangkat dari rumah agar tidak terlambat mengikuti kelas,” ujarnya.
Ia mengatakan dirinya telah diterima mengajar di MINU 38 Limbangan setelah menjalani sidang skripsi pada Juni 2026 dan berencana melanjutkan pekerjaan tersebut sebelum menempuh pendidikan magister.
“Alhamdulillah, setelah sidang kemarin saya sudah diterima mengajar di MI dekat rumah, yaitu MINU 38 Limbangan. Untuk saat ini, saya ingin melanjutkan mengajar terlebih dahulu. Namun, kalau ke depannya ada kesempatan, saya juga ingin melanjutkan pendidikan S2,” tuturnya.
Sebagai anak pertama sekaligus sarjana pertama di keluarganya,q menjadikan motivasi terbesar dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Orang tua menjadi motivasi terbesar bagi saya. Bersyukur bisa menjadi sarjana pertama di keluarga. Melihat perjuangan orang tua yang bekerja keras demi anak-anaknya membuat saya terus bersemangat menjalani perkuliahan,” pungkasnya.
Reporter: Muhamad Randi Hoerul Azam
Editor: Romaito

