By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Diskusi KSMW UIN Walisongo Didatangi TNI dan Orang Tidak Dikenal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ksmw uin walisongo, diskusi ksmw, ruu tni, intervensi tni, uin walisongo
Seseorang tidak dikenal tengah mengikuti forum diskusi KSMW di samping Auditorium 2 kampus 3, Senin (14/4/2025). (Dok. Istimewa).
Varia Kampus

Diskusi KSMW UIN Walisongo Didatangi TNI dan Orang Tidak Dikenal

Last updated: 15 April 2025 9:12 am
Moehammad Alfarizy
Published: 15 April 2025
Share
SHARE
ksmw uin walisongo, diskusi ksmw, ruu tni, intervensi tni, uin walisongo
Seseorang tidak dikenal tengah mengikuti forum diskusi KSMW UIN Walisongo di samping Auditorium 2 kampus 3, Senin (14/4/2025). (Dok. Istimewa).

Amanat.id- Suasana tegang terjadi ketika Kelompok Studi Mahasiswa (KSMW) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar diskusi di samping Auditorium 2 Kampus 3, Senin (14/4/2025).

Sebelumnya KSMW UIN Walisongo bersama Forum Teori dan Praksis Sosial (FTPS) menggelar diskusi bertemakan “Fasisme Mengancan Kampus: Bayang-Bayang Militer bagi Kebebasan Akademik.”

Tak berselang lama, seorang pria berperawakan agak gempal dengan kaos hitam dan celana jeans meminta untuk mengikuti forum diskusi tersebut.

Ketua KSMW UIN Walisongo, Ryan Wisnal berpendapat bahwa pria tersebut diduga merupakan intel.

“Ketika kami menggelar diskusi, ada orang asing dengan identitas tak dikenal. Kami sempat menanyakan asal instansi namun tidak digubris,” ujarnya saat diwawancarai oleh tim Amanat.id, Senin (14/4).

Mahasiswa yang akrab disapa Wisnal itu menceritakan, setelah pria yang diduga sebagai Intel pergi, datang Satpam dengan satu anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa).

“Kemudian datang satpam bersama anggota militer, dan orang asing tadi,” jelasnya.

Ia mengaku dimintai keterangan identitas pribadi.

“Dimintai identitas pribadi seperti nama, tempat tinggal, semester,” akunya.

ksmw uin walisongo, diskusi ksmw, ruu tni, intervensi tni, uin walisongo
Potret mahasiswa peserta diskusi KSMW dimintai keterangan oleh TNI, Senin, (14/4/2024). (Dok.Istimewa).

Sebelumnya, lanjut Wisnal, pihak militer sudah menyisir area sejak jam tiga sore.

“Konfirmasi satpam, intel dan Babinsa sudah ada dari jam 3 sore,” katanya.

Menurutnya adanya intervensi militer merupakan dampak dari RUU TNI.

“Kami kaget, militer masuk ke ruang-ruang akademik dan ini merupakan efek dari RUU TNI,” ucapnya.

Ia menuturkan adanya intervensi tersebut jelas mengancam kebebasan akademik.

“Jika merujuk pada pemikiran demokrasi deliberatif Jurgen Habermas, RUU TNI cacat secara prosedural tanpa ada partisipasi publik. Kebebasan akademik mutlak dan tidak ada intervensi,” tuturnya.

Wisnal menegaskan akan terus membangun gerakan kolektif.

“Secara praksis, kami akan bangun jaringan dan gerakan kolektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan belum ada rencana untuk menghubungi pihak UIN Walisongo.

“Kami belum berencana menghubungi pihak kampus,” ucapnya.

Wisnal beralasan bahwa dirinya belum sepenuhnya percaya kepada kampus.

“Kampus itu jaringannya hierarkis. Kami khawatir kalau memang kebebasan akademik terancam dari atas,” katanya.

Salah satu peserta diskusi, Rangga (bukan nama sebenarnya) merasa aneh dengan adanya intervensi militer dalam ruang akademik.

“Saya merasa aneh, karena di pasal tertentu KUHP menjelaskan adanya pelarangan penyebaran ideologi leninisme, komunisme, dan fasisme kecuali untuk kegiatan akademik,” ujarnya.

Menurutnya adanya intervensi militer justru merupakan bentuk fasisme.

“Justru dengan mereka intervensi, maka yang sebenarnya fasis adalah aparat,” ucapnya.

Ia menuturkan wacana militerisme hadir karena pemerintah ingin adanya stabilitas politik.

“Negara umurnya sudah tidak panjang, negara bisa melakukan apa saja untuk menjalankan stabilitasnya,” imbuhnya.

Rangga memaparkan negara akan menggunakan aparatus untuk mobilisasi masyarakat.

“Kalau menurut Althusser, aparatus ideologi digunakan melalui pendidikan. Ketika sudah usang, aparatus represif itulah yang digunakan,” tutupnya.

Reporter: Moehammad Alfarizy

Berpolitik dari Hal Kecil
Mahasiswa Ini Pusing, Laptop Untuk Ngerjain Skripsinya Digondol Maling
Banner Kritikan untuk DEMA UIN Walisongo dengan Tagar #BetahIsin Terpampang di Depan Kampus 3
Daftar Calon Kru Magang yang Lolos Tahap Pra Workshop SKM Amanat 2020
Lewat Seminar Bahasa UKM Masa Ajak Tingkatkan Kemampuan Public Speaking
TAGGED:diskusi ksmwintervensi tniksmw uin walisongoruu tniuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Pengembangan Kota Semarang, Menjaga bumi pertiwi, Indikator pengembangan kota, Diskusi terbuka, Sekda Kota Semarang,
Regional

Pengembangan Kota Semarang dan Pentingnya Menjaga Bumi Pertiwi

Eka Rifnawati
25 Mei 2024
Benarkah Sering Marah-Marah Dapat Memperpendek Usia?
UIN Walisongo Terima 2434 Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2019, Berikut Daftar Namanya
Diresmikan Sejak 2022, UKM Pagar Nusa dan Taekwondo Belum Punya PKM
Kamu Percaya Zodiak? Yuk, Kenali Istilah Barnum Effect!
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Diskusi KSMW UIN Walisongo Didatangi TNI dan Orang Tidak Dikenal
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Diskusi KSMW UIN Walisongo Didatangi TNI dan Orang Tidak Dikenal
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?