By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Regional

Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI

Last updated: 21 Maret 2025 3:11 pm
Moehammad Alfarizy
Published: 21 Maret 2025
Share
SHARE
Aliansi Masyarakat Sipil Jateng , Aksi Tolak RUU TNI, RUU TNI, Demo DPRD Jateng, Demo Semarang
Massa Aksi Aliansi Masyarakat Sipil Jateng memadati Gedung DPRD untuk menolak pengesahan RUU TNI, Kamis (20/3/2025). (Amanat/Alfarizy).

Amanat.id– Aliansi Masyarakat Sipil Jateng menggelar aksi penolakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Kamis (20/3/2025).

Raut kesal wajah massa aksi mulai terlihat ketika aparat kepolisian menghalangi massa aksi untuk memasuki kantor DPRD Jateng hingga menimbulkan represifitas dari aparat.

Pendiri Maring Institute, Fathul Munif menilai pengesahan RUU TNI mengancam supremasi sipil.

“Pengesahan RUU TNI berbanding lurus dengan terancamnya supremasi sipil,” ujarnya ketika diwawancarai secara langsung, Kamis (20/3).

Menurutnya, perubahan fungsi TNI tak lagi memprioritaskan profesional sebagai alat pertahanan negara.

“Perluasan fungsi TNI yang tidak lagi mementingkan profesionalitasnya sebagai alat pertahanan negara,” katanya.

Ia juga menuturkan RUU TNI berdampak pada campur tangan TNI terhadap kebijakan.

“Campur tangannya sudah sampai pada ranah kebijakan sipil seperti program MBG,” ucapnya.

Munif menjelaskan keterlibatan TNI dalam ranah pengambilan keputusan dinilai akan mengebiri pilar demokrasi.

“Ketika kita menghendaki sistem demokrasi, ada pengambilan keputusan publik, kemudian keterlibatan TNI yang tidak memiliki kecenderungan untuk berdialog dan ruang-ruang diskusi yang epistemik akan merugikan,” jelasnya.

Ia menegaskan dalam sejarah Republik Indonesia, TNI seringkali menggunakan kekerasan dengan senapan.

“Mereka selalu menggunakan kekerasan dengan senapan,” tegasnya.

Lanjut Munif, banyak mahasiswa, aktivis, dan masyarakat yang menjadi korban kekerasan TNI.

“Dalam sejarah, kita bisa melihat banyak mahasiswa, aktivis, ataupun masyarakat sipil yang diberangus kebebasannya bahkan nyawanya,” tuturnya.

Munif menerangkan prinsip utama dari demokrasi adalah partisipasi publik.

“Prinsip utama dari demokrasi adalah partisipasi publik dan kebijakan berangkat dari aspirasi atau partisipasi rakyat,” terangnya.

Ia mengatakan kebijakan yang ditinjau secara tidak transparan mengingkari prinsip demokrasi.

“Ketika kebijakan dibicarakan secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi, jelas itu mengingkari proses demokrasi itu sendiri,” ujarnya.

Munif mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran mencerminkan gaya pemerintahan Orde Baru (Orba).

“Dengan disahkannya RUU TNI, Prabowo memiliki arogansi dan watak otoritarianisme,” jelas Munif.

Ia juga mengkritik Maruli Simanjuntak yang menormalisasi kebijakan dwifungsi TNI.

“Seperti statement Maruli yang mengatakan bahwa mengkritik dwifungsi TNI kampungan terkesan membatasi kebebasan dan terlihat fasis,” imbuhnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Naufa Ata Ariq mengatakan RUU TNI jelas mengancam kebebasan sipil.

“Jelas itu mengancam, tapi itu nanti pembahasannya. Sekarang kita fokus ke beberapa massa aksi yang ditangkap,” tutupnya.

Reporter: Moehammad Alfarizy

[Indepth] Peletuk Asap Kericuhan Demo di Semarang
Ketua SPS Januar Tegaskan Komitmen terhadap Kualitas Jurnalisme
Berbeda Hasil Konsolidasi Sebabkan Demo “Semarang Menggugat” Terlaksana di Dua Tempat Berbeda
Tausiyah Dekan Baru FSH Ini Tak Kalah Seru dari Selawatan Gus Azmi
Walikota Semarang Resmikan Kampung Pancasila sebagai Kampung Moderasi
TAGGED:aksi tolak ruu tnialiansi masyarakat sipil jatengdemo dprd jatengdemo semarangruu tni
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Jumat di Rumah Tua, Puisi Rumah Tua, Puisi Amanat, SKM Amanat, Puisi Soeket Teki, Sastra Soeket Teki
PuisiSastra

Jumat di Rumah Tua

Redaksi SKM Amanat
2 Mei 2025
330 Pramuka Penegak Berkompetisi Rebutkan Rektor Cup X di Logarawa III
Soal Permohonan Maaf HMI, PU Amanat: ke Depan Harus jadi Pelajaran Bersama
Dar Edi Yoga: Pentingnya Etika Jurnalistik bagi Seorang Wartawan
Ilusi Lukisan Tua
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?