By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Regional

Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI

Last updated: 21 Maret 2025 3:11 pm
Moehammad Alfarizy
Published: 21 Maret 2025
Share
SHARE
Aliansi Masyarakat Sipil Jateng , Aksi Tolak RUU TNI, RUU TNI, Demo DPRD Jateng, Demo Semarang
Massa Aksi Aliansi Masyarakat Sipil Jateng memadati Gedung DPRD untuk menolak pengesahan RUU TNI, Kamis (20/3/2025). (Amanat/Alfarizy).

Amanat.id– Aliansi Masyarakat Sipil Jateng menggelar aksi penolakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Kamis (20/3/2025).

Raut kesal wajah massa aksi mulai terlihat ketika aparat kepolisian menghalangi massa aksi untuk memasuki kantor DPRD Jateng hingga menimbulkan represifitas dari aparat.

Pendiri Maring Institute, Fathul Munif menilai pengesahan RUU TNI mengancam supremasi sipil.

“Pengesahan RUU TNI berbanding lurus dengan terancamnya supremasi sipil,” ujarnya ketika diwawancarai secara langsung, Kamis (20/3).

Menurutnya, perubahan fungsi TNI tak lagi memprioritaskan profesional sebagai alat pertahanan negara.

“Perluasan fungsi TNI yang tidak lagi mementingkan profesionalitasnya sebagai alat pertahanan negara,” katanya.

Ia juga menuturkan RUU TNI berdampak pada campur tangan TNI terhadap kebijakan.

“Campur tangannya sudah sampai pada ranah kebijakan sipil seperti program MBG,” ucapnya.

Munif menjelaskan keterlibatan TNI dalam ranah pengambilan keputusan dinilai akan mengebiri pilar demokrasi.

“Ketika kita menghendaki sistem demokrasi, ada pengambilan keputusan publik, kemudian keterlibatan TNI yang tidak memiliki kecenderungan untuk berdialog dan ruang-ruang diskusi yang epistemik akan merugikan,” jelasnya.

Ia menegaskan dalam sejarah Republik Indonesia, TNI seringkali menggunakan kekerasan dengan senapan.

“Mereka selalu menggunakan kekerasan dengan senapan,” tegasnya.

Lanjut Munif, banyak mahasiswa, aktivis, dan masyarakat yang menjadi korban kekerasan TNI.

“Dalam sejarah, kita bisa melihat banyak mahasiswa, aktivis, ataupun masyarakat sipil yang diberangus kebebasannya bahkan nyawanya,” tuturnya.

Munif menerangkan prinsip utama dari demokrasi adalah partisipasi publik.

“Prinsip utama dari demokrasi adalah partisipasi publik dan kebijakan berangkat dari aspirasi atau partisipasi rakyat,” terangnya.

Ia mengatakan kebijakan yang ditinjau secara tidak transparan mengingkari prinsip demokrasi.

“Ketika kebijakan dibicarakan secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi, jelas itu mengingkari proses demokrasi itu sendiri,” ujarnya.

Munif mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran mencerminkan gaya pemerintahan Orde Baru (Orba).

“Dengan disahkannya RUU TNI, Prabowo memiliki arogansi dan watak otoritarianisme,” jelas Munif.

Ia juga mengkritik Maruli Simanjuntak yang menormalisasi kebijakan dwifungsi TNI.

“Seperti statement Maruli yang mengatakan bahwa mengkritik dwifungsi TNI kampungan terkesan membatasi kebebasan dan terlihat fasis,” imbuhnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Naufa Ata Ariq mengatakan RUU TNI jelas mengancam kebebasan sipil.

“Jelas itu mengancam, tapi itu nanti pembahasannya. Sekarang kita fokus ke beberapa massa aksi yang ditangkap,” tutupnya.

Reporter: Moehammad Alfarizy

KKN UIN Walisongo Ciptakan SIMAS, Atasi Masalah Sampah di Desa Banyuringin Kendal
Dua Aktivis Lingkungan-Demokrasi Ditangkap oleh Polrestabes Semarang
Kelahiran Tiga Anak Harimau Benggala
Tolak Pengesahan KUHAP Baru, Aksi Kamisan Semarang Sampaikan 3 Tuntutan Utama
Aksi Kamisan Semarang Tolak KUHAP Baru, Kritik Melonjaknya Kewenangan Aparat
TAGGED:aksi tolak ruu tnialiansi masyarakat sipil jatengdemo dprd jatengdemo semarangruu tni
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Mahasiswa UIN Walisongo kena tipu online
Seputar NgaliyanUIN Walisongo

Mahasiswa UIN Walisongo Kena Tipu Online, Rugi 8 Juta Lebih

Nur Rozikin
5 Januari 2023
Singkirkan UNY dan Unibraw, UIN Walisongo Juarai Kompetisi Ilmiah Essay Nasional
Bantu Masyarakat Getas, GenBI UIN Walisongo Adakan Program Desa Binaan
Gunakan Perpustakaan untuk Rapat, Dekan FDK: Saya Minta Maaf
HMJ Matematika UIN Walisongo Sukses Gelar COMMATH ke-12
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Ancam Kebebasan, Aliansi Masyarakat Sipil Jateng Gelar Aksi Tolak RUU TNI
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?