By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Ilustrasi Sosrokartono (Sumber Ayosemarang.com)
Artikel

Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur

Last updated: 28 September 2020 6:31 pm
Muhamad syamsul ma arif
Published: 28 September 2020
Share
SHARE
Ilustrasi Sosrokartono (Sumber Ayosemarang.com)

Siapa sih si jenius dari timur itu?

Dia adalah R.P.M Sosrokartono, kakak dari sang pelopor emansipasi wanita Indonesia, R.A Kartini, yang juga dikenal sebagai seorang jurnalis di The New York Heralde Tribune pada perang dunia pertama. Saat itu, julukannya yang sangat terkenal adalah “si jenius dari timur”, sebab ia mampu menguasai lebih dari 35 bahasa dan juga dikenal sebagai pengajar, dokter, dan ahli kebatinan.

Kelebihan tersebut tidak semua orang mampu memiliki. Sosrokartono, di zaman yang masih tradisional, tidak seperti sekarang, ia telah mampu melampaui ketidakmungkinan-ketidakmungkinan, menjadi sebuah kelebihan atau prestasi yang mana hal tersebut tentu dapat diambil hikmah dan pembelajaran oleh siapapun yang membaca tentang dirinya.

Salah satu pemikiranya yang masih relevan hingga saat ini adalah tentang persoalan agama dan budaya. R.P.M Sostrokartono mengatakan, dengan bahasa jawa, ingkang tansah kulo mantepi, agami kulo lan kejawen kulo. Ingkang bab kaleh puniko engkang kulo luhuraken, yang artinya; yang selalu saya mantapkan, agama saya kejawen saya. Kedua hal tersebut yang saya luhurkan.

Urgensi merawat warisan budaya

Perkembangan zaman yang sangat pesat telah mampu merubah segalanya, khususnya merubah apa yang kita pernah miliki, maksudnya di sini adalah warisan budaya. Hingga hal tersebut kini membuat orang sering menyebut zaman ini adalah zaman edan, karena harta berharga (warisan budaya) tersebut telah disia-siakan oleh pemiliknya sendiri (manusia Indonesia zaman sekarang).

Fenomena ini bukan hanya terjadi di kota saja, bahkan sudah merabah ke pelbagai pelosok desa. Salah satu contohnya adalah “gotong royong”. Masyarakat yang sudah dimanjakan dengan teknologi informasi telah secara tidak sadar merubah pola pikir dan pola tindakan kita menjadi individual, yakni meninggal kebersamaan sosial.

Media sosial menjadi salah satu faktor begitu mudahnya mendapatkan informasi yang pada faktanya tak selamnya menjadi nilai positif, apalagi hal itu diterima oleh orang yang belum bisa menyikapi suatu persaoalan. Akibatnya, banyak masyarakat, khususnya generasi muda saat ini banyak meniru budaya Barat dan meninggalkan budaya lokal.

Pengaruh buruk yang sudah kita lihat saat ini adalah cara berpenampilan dan pergaulan. Dalam berpenampilan misalnya anak muda saat ini lebih suka yang serba terbuka, rok mini jeans, sobek-sobek, rambut pirang, telinga bertindik, dan lain-lain.

Dalam hal pergaulan anak muda saat ini seakan tak meiliki batas, norma budaya dan agama sudah tak di acuhkan lagi, terbukti dengan perilaku tersebut banyak ditemukan anak tanpa bapak, hamil di luar nikah, dan banyak gadis sudah tak perawan.

Di sini, nilai luhur yang menjadi warisan yang seharusnya kita jaga justru kita mengacuhkannya.

Keep culture Sosrokartono

Pesan dari R.P.M Sostrokartono dalam ungkapan jawanya yang disebutkan di atas, tampak kontekstual dengan apa yang terjadi sekarang, ia memberi sebuah teladan tentang menghargai nilai dan budaya. Bahkan dikisahkan ia selalu menggunakan pakaian lurik khas jawa.

Pelestarian budaya menjadi hal yang sangat penting, dikarnakan budaya adalah identitas suatu bangsa, ada ungkapan yang mengatakan bahwa siapa yang tak mengenal budayanya berarti ia tak mengenal bangsanya.

Jika kita melihat bahwa faktor terbesar dari lunturnya budaya lokal adalah salah satunya karena globalisasi, maka hal itu menjadi tugas kita bersama untuk tetap melestarikan warisan nilai-nilai budaya meski globalisasi tak bisa ditolak lagi. Begitu.

Penulis: Syamsul

Mengapa Sukses Berawal Dari Satu Hal
Terapkan 4 Konsep Ikigai Agar Hidup Lebih Bernilai
7 Peluang Bisnis Menggiurkan Bagi Kamu yang Baru Lulus Kuliah
Tips Menghindari Kebiasaan Tsundoku Buku
Baikkah Spotlight Effect Melekat pada Diri Kita?
TAGGED:Kakak kartiniSi jenius dari timurSosrokartono
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Nasional

SKM Amanat Raih Gold Winner dalam Ajang ISPRIMA 2019

Marzuki S
8 Februari 2019
Kericuhan Debat Kandidat Pemilwa UIN Walisongo Diduga Dipicu Salah Satu Partai
Doa Keseharian yang Sering Terlupakan
Masyarakat dan Kemiskinan Kultural
Pementasan Teater Kiai Saridin Kritik Model Kiai Zaman Milenial
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?